Perkembangan Deforestasi Bulanan di Indonesia 2025, Pertengahan Tahun Jadi Puncak

Rata-rata deforestasi di Indonesia mencapai 36 ribu ha per bulan, tertinggi pada Mei yang sebesar 75 ribu ha.

Perkembangan Tingkat Deforestasi per Bulan di Indonesia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Tren deforestasi bulanan di Indonesia pada 2025 menunjukkan pola fluktuatif dengan kecenderungan meningkat pada periode tertentu dalam setahun. Berdasarkan data yang dirilis Auriga Nusantara, rata-rata deforestasi di Indonesia mencapai sekitar 36.176 hektare (ha) per bulan, dengan puncak kehilangan hutan terjadi pada pertengahan tahun.

Pada awal tahun, tepatnya Januari dan Februari, angka deforestasi relatif rendah. Januari mencatat sekitar 2.710 ha, sementara Februari meningkat menjadi 10.367 ha. Memasuki Maret, angka ini mulai melonjak signifikan hingga mencapai 29.539 ha, menandai awal periode peningkatan aktivitas pembukaan lahan.

Baca Juga: Luas Deforestasi di Sumatra Tembus 78 Ribu Ha pada 2024

Lonjakan semakin tajam terjadi pada April dan Mei. Pada April, deforestasi tercatat sebesar 57.982 ha, kemudian mencapai puncaknya pada Mei dengan 75.082 ha. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun, menunjukkan intensitas pembukaan hutan yang sangat tinggi dalam periode tersebut.

Setelah itu, angka deforestasi mulai mengalami penurunan, meskipun tetap berada pada level tinggi. Juni mencatat 48.351 ha, sementara Juli turun menjadi 34.669 ha. Namun, pada Agustus terjadi kenaikan kembali hingga 54.847 ha, sebelum kembali menurun pada September dengan 33.204 ha.

Memasuki Oktober, deforestasi kembali meningkat menjadi 48.364 ha. Setelah itu, tren penurunan terlihat pada dua bulan terakhir, yakni November dan Desember, masing-masing sebesar 19.559 ha dan 19.076 ha. Penurunan ini menandai berakhirnya periode intensitas tinggi pembukaan hutan dalam satu tahun.

Secara umum, periode April hingga Oktober menjadi fase paling krusial dalam siklus deforestasi di Indonesia. Tingginya angka pada bulan-bulan tersebut diduga berkaitan dengan faktor cuaca yang lebih mendukung aktivitas pembukaan lahan, terutama di musim kemarau. Selain itu, aktivitas industri seperti perkebunan dan pertambangan juga cenderung meningkat pada periode ini.

Data ini menegaskan bahwa deforestasi di Indonesia tidak terjadi secara merata sepanjang tahun, melainkan mengikuti pola musiman. Dengan memahami tren ini, upaya pengawasan dan pencegahan dapat difokuskan pada periode-periode rawan untuk menekan laju kerusakan hutan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga: Kemenhut Targetkan Laju Deforestasi Turun Jadi 94 Ribu Ha pada 2029

Sumber:

https://auriga.or.id/press_release/detail/65/deforestation-status-in-indonesia-2025

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook