Sentimen Publik terhadap Pemadaman Listrik PLN di Media Online

Pemberitaan media online mengenai pemadaman listrik PLN didominasi sentimen positif sebesar 42,8%.

Sentimen Publik terhadap Pemadaman Listrik PLN di Media Online

(Juni 2026)
Ukuran Fon:

Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada Juni 2026 menjadi salah satu isu yang banyak diperbincangkan di ruang digital. Gangguan yang awalnya dipicu masalah teknis di PLTGU Jawa 1 kemudian berkembang menjadi pemadaman bergilir di sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Di saat yang sama, muncul perdebatan publik terkait penyebab gangguan, mulai dari persoalan teknis hingga isu ketersediaan pasokan batu bara.

Baca Juga: Konsumsi Listrik PLN Hampir Merata pada 2025, Jawa Tengah dan DIY Capai 100%

Berdasarkan pemantauan Drone Emprit, isu pemadaman listrik PLN menuai 6.684 mentions di media online. Sementara itu, di media sosial tercatat 74.226 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, seperti Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan Threads. Pengumpulan data dilakukan pada 1-24 Juni 2026.

Di media online, sentimen terhadap pemadaman ini didominasi sentimen positif sebesar 42,8%. Dominasi ini didorong oleh sejumlah pemberitaan mengenai upaya percepatan pemulihan sistem kelistrikan. Media banyak menyoroti langkah PLN dalam mempercepat perbaikan teknis pada jaringan yang terdampak gangguan. Selain itu, kerja sama antara PLN dengan pemasok batu bara juga mendapat perhatian karena dinilai mampu menjaga keberlangsungan pasokan energi bagi pembangkit listrik.

Pemberitaan positif lainnya berkaitan dengan pembentukan tim khusus oleh pemerintah untuk memantau pengadaan batu bara. Langkah tersebut dipandang sebagai bentuk antisipasi agar pasokan energi primer tetap terjaga sehingga risiko gangguan kelistrikan dapat diminimalkan. Di sisi lain, berbagai media juga mengangkat pernyataan bahwa pasokan listrik nasional tetap berada dalam kondisi aman meskipun sempat terjadi gangguan di beberapa daerah.

Meski demikian, sentimen negatif masih cukup besar, yakni mencapai 32,3%. Isu yang paling banyak disoroti adalah dampak pemadaman bergilir terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga dunia usaha.

Ketua Bidang Standardisasi Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI), Helvin Herman Tirtadjaja, menyebut listrik telah menjadi kebutuhan utama yang menopang hampir seluruh aspek kehidupan.

"Ketika listrik padam, koneksi internet ikut terputus, pekerjaan menjadi tertunda, bahkan dapat berdampak pada produktivitas dan pendapatan," ujarnya mengutip Kompas (22/6/2026).

Selain itu, ia juga menilai komunikasi PLN kepada pelanggan belum cukup transparan, terutama terkait penyebab gangguan dan estimasi waktu pemulihan. Kritik juga diarahkan pada lambatnya respons penanganan di beberapa lokasi terdampak. Sementara itu, 24,8% pemberitaan bersifat netral.

Baca Juga: RI Siapkan 24.000 Ha untuk PLTS 100 GW, Kejar Target 2029

Sumber:

https://x.com/droneempritoffc/status/2070544536087265636?s=46

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook