Sentimen Warganet Instagram terhadap Partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

Sentimen warganet Instagram terhadap partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza didominasi oleh sentimen positif sebesar 72,4%.

Sentimen Warganet Instagram terhadap Partisipasi Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

(Januari 2026)
Ukuran Fon:

Keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace (BoP) pada 22 Januari 2026 menjadi salah satu isu internasional yang menyita perhatian publik. Keputusan ini diambil oleh Presiden Prabowo Subianto di sela kegiatan World Economic Forum yang berlangsung di Davos, Swiss. Hal tersebut memantik diskusi luas, baik di media online maupun di media sosial.

Baca Juga: Indonesia Ikut Trump di Dewan Perdamaian Gaza, Sentimen Publik 67% Negatif

Berdasarkan data Drone Emprit, sentimen publik terhadap keterlibatan Indonesia di Dewa Perdamaian Gaza diberitakan dalam 1.052 artikel media online dengan total 3.128 mentions. Sementara itu, di media sosial tercatat 19.741 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, yakni Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, serta media online. Pengumpulan data dilakukan pada periode 21-25 Januari 2026 pukul 23.59 WIB.

Di Instagram, sentimen warganet cenderung didominasi oleh respons positif dengan persentase mencapai 72,4%. Warganet menilai bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza sebagai bukti bahwa peran global Indonesia semakin diperhitungkan di panggung internasional. Presiden Prabowo juga diapresiasi karena dinilai berani mengambil langkah konkret di tengah stagnasi diplomasi global terkait konflik Gaza.

Momentum ini juga dipandang sebagai peluang strategis untuk mendorong penghentian perang sekaligus mempercepat proses rekonstruksi Gaza. Diplomasi Presiden bahkan dianggap mampu menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara adidaya dalam upaya perdamaian dunia. Narasi positif tersebut semakin menguat setelah Presiden Prabowo menyebut partisipasi Indonesia sebagai kesempatan bersejarah untuk perdamaian di Gaza.

"Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza. Jelas penderitaan rakyat Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu deras, begitu besar sudah masuk. Saya berharap Indonesia bisa ikut serta," ujarnya, mengutip, CNBC Indonesia (22/01/2026).

Meski demikian, sentimen negatif tetap muncul sebesar 22,5%. Kritik tersebut datang dari kelompok warganet yang skeptis terhadap niat Amerika Serikat, khususnya peran Presiden Donald Trump dalam pembentukan Dewan Perdamaian Gaza. Selain itu, komposisi Dewan Perdamaian Gaza juga dikritik karena tidak melibatkan Palestina sebagai pihak utama yang terdampak konflik. Absennya perwakilan Palestina dinilai mencerminkan cacat logika dan tidak merepresentasikan aspirasi pemilik tanah.

Adapun sentimen netral tercatat sebesar 5,1%, berisi unggahan informatif tanpa muatan opini. Menariknya, berdasarkan analisis Drone Emprit sentimen positif di Instagram terindikasi kuat berasal dari akun-akun terkoordinasi dengan narasi seragam yang memuji langkah pemerintah.

Sebaliknya, percakapan di Twitter/X cenderung lebih kritis dan didominasi sentimen negatif. Pola ini menunjukkan bahwa perhatian publik terhadap isu Dewan Perdamaian Gaza masih berkembang secara organik seiring kompleksitas isu yang direspons secara berbeda oleh warganet. Perbedaan tersebut mencerminkan dinamika perhatian publik yang berbeda di setiap platform media sosial.

Baca Juga: Analisis Sentimen Bergabungnya Indonesia dengan The Board of Peace Gaza

Sumber:

https://x.com/droneempritoffc/status/2015708243822313556?s=48

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook