Banjir yang melanda wilayah Jabodetabek dan sejumlah daerah di Pulau Jawa pada awal 2026 kembali menjadi sorotan publik. Peristiwa ini berdampak pada kehidupan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas sehari-hari hingga terhambatnya mobilitas dan kegiatan ekonomi. Selain dampak nyata yang dirasakan, peristiwa ini juga memicu perbincangan luas di ruang digital, terutama di media sosial.
Baca Juga: 7 Negara ASEAN dengan Risiko Banjir Tertinggi 2025, Ada Indonesia?
Berdasarkan data Drone Emprit, isu banjir di Jabodetabek dan Jawa diberitakan dalam 5.525 artikel media online dengan total 10.936 mentions. Sementara itu, di media sosial tercatat 9.673 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, yakni Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, serta media online. Pengumpulan data dilakukan pada periode 3-22 Januari 2026 pukul 11.59 WIB.
Di tengah beragam respons publik, Twitter/X menjadi salah satu media utama bagi warganet untuk menyampaikan pendapat. Sentimen positif tercatat sebesar 18,8%, terutama berisi apresiasi terhadap kunjungan lapangan sejumlah pejabat, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta kesigapan Polri dan berbagai organisasi kemasyarakatan dalam membantu korban. Respons cepat berupa evakuasi lansia, pendirian dapur umum, hingga distribusi logistik dan makanan bergizi menggunakan perahu juga dinilai membangun persepsi bahwa pemerintah hadir dan responsif di tengah situasi krisis.
Sementara itu, sentimen negatif mencapai 34,3%. Warganet banyak menyuarakan kritik terhadap janji politik penuntasan banjir yang dinilai belum terealisasi, kegagalan infrastruktur pengendali banjir yang dianggap boros anggaran, hingga sindiran terhadap kepala daerah yang dinilai pasif saat bencana terjadi. Adapun sentimen netral sebesar 47%.
Dalam dinamika diskusi tersebut, peran akun-akun berpengaruh di Twitter/X turut memperkuat arus percakapan. Data Drone Emprit menunjukkan terdapat lima akun yang paling berpengaruh, didominasi oleh akun publik kritis dan akun base. Akun @NenkMonica mencatat engagement tertinggi dengan 1.065 interaksi, disusul @P3gEI dengan 853 engagement dan @Jateng_Twit sebesar 743 engagement. Sementara itu, akun base seperti @txtdrbekasi turut berkontribusi dengan 655 engagement, dan akun publik umum @MariaAlkaff_ mencatat 428 engagement.
Secara keseluruhan, sentimen warganet Twitter/X terhadap banjir di Jabodetabek dan Jawa pada 2026 memperlihatkan respons yang beragam, mulai dari apresiasi hingga evaluasi kritis terhadap penanganan bencana. Hal ini menunjukkan bahwa isu banjir tidak hanya dilihat sebagai peristiwa alam, tetapi juga mencerminkan perhatian publik terhadap penanganan bencana dan kebijakan terkait.
Baca Juga: Sentimen Publik terhadap Banjir Jabodetabek dan Jawa di Media Sosial 2026
Sumber:
https://x.com/droneempritoffc/status/2014590497998963079?s=46