Pemadaman listrik yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sepanjang Juni 2026 menjadi salah satu isu yang paling banyak diperbincangkan di ruang digital. Gangguan yang semula dilaporkan sebagai kendala teknis di PLTGU Jawa 1 berkembang menjadi pemadaman bergilir di sejumlah daerah di Pulau Jawa, seperti Bogor, Bekasi, Bandung, Malang, hingga Yogyakarta.
Situasi semakin menjadi perhatian publik setelah muncul laporan mengenai kondisi stok batu bara di beberapa PLTU yang berada pada level kritis. Di sisi lain, perbedaan penjelasan antara pemerintah dan PLN terkait penyebab utama pemadaman memicu kebingungan serta memperbesar ketidakpercayaan masyarakat terhadap pengelolaan sektor ketenagalistrikan.
Baca Juga: RI Siapkan 24.000 Ha untuk PLTS 100 GW, Kejar Target 2029
Berdasarkan pemantauan Drone Emprit, isu pemadaman listrik PLN menuai 6.684 mentions di media online. Sementara itu, di media sosial tercatat 74.226 sample mentions yang berasal dari berbagai platform, seperti Twitter/X, Facebook, Instagram, TikTok, YouTube, dan Threads. Pengumpulan data dilakukan pada 1-24 Juni 2026.
Percakapan di Twitter/X didominasi oleh sentimen negatif. Sebanyak 77,1% unggahan bernada negatif, 13,3% bernada positif, dan 9,5% bersifat netral. Dominasi sentimen negatif menunjukkan bahwa mayoritas warganet menilai penanganan krisis listrik belum memenuhi harapan masyarakat.
Keluhan yang paling banyak disampaikan berkaitan dengan frustrasi akibat pemadaman bergilir yang dinilai mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga kegiatan usaha. Selain itu, warganet juga mengkritik dugaan lemahnya pengelolaan pasokan batu bara yang dianggap memperparah kondisi sistem kelistrikan nasional.
Sentimen negatif dipicu pula oleh munculnya informasi yang saling bertentangan mengenai penyebab pemadaman, apakah murni disebabkan oleh gangguan teknis atau dipengaruhi keterbatasan pasokan energi. Kondisi tersebut menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat dan memunculkan kritik terhadap lemahnya koordinasi komunikasi publik. Tidak sedikit pula warganet yang menyoroti keandalan infrastruktur kelistrikan Indonesia yang dinilai belum mampu menjamin pasokan listrik tetap stabil ketika terjadi gangguan.
Di tengah dominasi sentimen negatif, masih terdapat respons positif dari sebagian pengguna Twitter/X. Warganet mengapresiasi keaktifan akun media sosial PLN dalam menjawab pertanyaan masyarakat selama masa krisis. Selain itu, upaya PLN yang berhasil memulihkan pasokan listrik secara bertahap serta kerja sama dengan berbagai lembaga untuk mempercepat penanganan gangguan juga memperoleh tanggapan positif.
Baca Juga: Benarkah Tarif Listrik PLN Naik di Mei 2026? Ini Faktanya
Sumber:
https://x.com/droneempritoffc/status/2070544536087265636?s=46