Tembus 408 Ribu Jiwa, Penduduk Miskin Yogyakarta Menurun Sepanjang 2021-2026
Jumlah penduduk miskin DIY cenderung menurun sepanjang 2021 hingga 2026, mencapai titik terendahnya pada tahun 2026 sebanyak 408,87 ribu jiwa.
Jumlah Penduduk Miskin Daerah Istimewa Yogyakarta
(2021-2026)
Unduh
Kemiskinan menjadi persoalan yang terjadi di setiap wilayah, tak terkecuali di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022-2027, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah merumuskan strategi pembangunan yang salah satu indikatornya adalah penurunan angka kemiskinan.
Badan Pusat Statistik (BPS) DIY merilis Statistik Kemiskinan DIY Tahun 2026 berdasarkan hasil pengolahan Survei Sosial Ekonomi Nasional tahun 2017 hingga Maret 2026. Dalam laporannya, jumlah penduduk miskin DIY sepanjang 2021 hingga 2026 konstan mengalami pelandaian.
BPS mengategorikan penduduk miskin sebagai penduduk dengan pengeluaran yang kurang dari nominal Garis Kemiskinan (GK) per kapita per bulan.
Baca Juga: Tren Garis Kemiskinan Yogyakarta 2020-2026
Mulanya dari tahun 2021, jumlah penduduk miskin DIY berada di puncaknya hingga menyentuh angka 506,45 ribu jiwa, didominasi oleh wilayah perkotaan dengan total 358,65 ribu jiwa.
Tingginya jumlah penduduk miskin tersebut merupakan dampak dari COVID-19. Pengisolasian dan juga pembatasan aktivitas masyarakat pada waktu itu masih diberlakukan, sehingga berdampak langsung terhadap perekonomian dan pendapatan masyarakat.
Memasuki tahun 2022 penduduk miskin di DIY mulai berkurang, jumlahnya menjadi 454,76 ribu jiwa. Tahun 2022 menjadi titik balik perekonomian masyarakat, karena kasus COVID-19 mulai mereda seiring berjalannya waktu.
Berlanjut ke tahun 2023, total penduduk miskin DIY turun sebesar 6,29 ribu jiwa menjadi 448,47 ribu jiwa. Tren penurunan tersebut berlanjut ke tahun 2024 dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 445,55 ribu jiwa.
Meskipun begitu, jika dilihat berdasarkan wilayah, jumlah penduduk miskin pada tahun 2024 di perkotaan mengalami kenaikan menjadi 319,40 ribu jiwa dari yang tahun sebelumnya hanya 312,83 ribu jiwa.
Lonjakan penurunan tersebut konsisten sampai pada tahun 2025, jumlah penduduk miskin DIY menjadi hanya sebesar 425,82 ribu jiwa dengan 321,04 ribu jiwa dari perkotaan dan 104,77 ribu jiwa dari perdesaan.
Tahun 2026 menjadi titik paling terendah, angkanya menjadi 408,87 ribu jiwa atau setara 9,70% dari total penduduk di DIY.
Secara akumulatif, jumlah penduduk miskin DIY sepanjang 2021 hingga 2026 cenderung menurun. Penurunan konsisten terjadi di wilayah perdesaan, sedangkan di wilayah perkotaan angkanya cenderung berfluktuasi.
Baca Juga: Pendapatan Industri Mikro dan Kecil Jogja Lampaui Gabungan Maluku-Papua
Sumber:
https://yogyakarta.bps.go.id/id/publication/2026/09/18/ea6e095fbf1d06dcf3098548/statistik-kemiskinan-daerah-istimewa-yogyakarta-2026.html
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Kampus Paling Berprestasi dalam Kontes Robot Terbang Indonesia 2026
10 Merek Mobil Terlaris Agustus 2026, Toyota Masih Jadi Pemimpin Pasar