Pagu Dana Otsus Ditargetkan Capai Rp16,8 T dalam RAPBN 2027

Dibandingkan outlook 2026 dengan nominal Rp16,7 T, rancangan anggaran pagu data otonomi khsusus pada tahun 2027 cenderung tidak mengalami kenaikan yang berarti.

Tren Dana Otonomi Khusus

(2022-2027)

Dana otonomi khusus (otsus) merupakan alokasi dana pemerintah pusat yang disalurkan secara spesifik guna mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus menopang pelaksanaan roda pemerintahan otonomi khusus. Penyaluran anggaran ini difokuskan pada Provinsi Aceh serta seluruh provinsi di wilayah Papua, dengan cakupan meliputi Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, hingga Papua Barat Daya.

Pagu anggaran dana otsus ini diklasifikasikan ke dalam tiga pos penyaluran, yaitu dana otsus Aceh, dana otsus wilayah Papua, serta dana tambahan infrastruktur (DTI) Papua yang difokuskan pada penguatan pembangunan fisik.

Menurut Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027, pemerintah telah menetapkan rancangan dana otsus pada tahun 2027, yaitu mencapai angka Rp16.846,6 miliar.

Baca Juga: Rp68 Triliun Dana Otsus dari Pusat Disalurkan, Gimana Dampaknya buat Aceh?

Besaran alokasi dana otsus tersebut terhitung tidak mengalami pertumbuhan yang signifikan jika dibandingkan dengan proyeksi outlook 2026, dengan besaran alokasi sebanyak Rp16.772,7 miliar.

Adapun dalam empat tahun terakhir, pergerakan realisasi dana otsus ini cenderung sangat fluktuatif, dengan tren yang terus mengalami penyusutan signifikan menuju akhir periode pengamatan.

Mengacu pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2022, besaran realisasi dana otsus yang disalurkan pemerintah tercatat menyentuh angka Rp20.436,3 miliar. Nominal tersebut sekaligus menjadikan tahun 2022 sebagai periode dengan kucuran dana otsus tertinggi dalam kurun waktu empat tahun ke belakang.

Memasuki tahun 2023, kinerja anggaran ini mencatatkan penyusutan yang cukup besar, yaitu 15,7%, sehingga kucuran dana otsus negara turun menjadi Rp17.241,3 miliar.

Tren pelemahan tersebut sempat kembali bertumbuh pada tahun 2024. Saat itu, realisasi dana otsus berhasil naik 6% dari tahun sebelumnya hingga mencapai angka Rp18.271,5 miliar.

Namun, tren pertumbuhan anggaran daerah khusus ini terhenti pada periode berikutnya. Mengacu pada data tahun 2025, realisasi dana otsus kembali merosot 6,9% dan hanya menyisakan nominal Rp17.006,1 miliar.

Fase yang cenderung stagnan kemudian terjadi pada proyeksi outlook 2026. Pemerintah mengestimasikan besaran dana otsus akan naik tipis dengan persentase 0,4% dalam postur rumusan RAPBN 2027.

Pagu dana otsus dalam RAPBN tahun anggaran 2027 direncanakan sebesar Rp16.846,6 miliar yang terdiri atas dana otsus Papua sebesar Rp9.337,5 miliar, dana otsus Aceh sebesar Rp4.150,0 miliar, dan DTI Papua sebesar Rp3.359,1 miliar.

Baca Juga: 10 Provinsi Termiskin di Indonesia 2025, Papua Masih di Peringkat Teratas

Sumber:

https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing

Key Insights

  • Proyeksi dana Otonomi Khusus (Otsus) 2027 yang stagnan dibandingkan 2026 menunjukkan pemerintah mungkin sedang meninjau efektivitas atau keberlanjutan skema pendanaan ini.
  • Fluktuasi signifikan dalam realisasi dana Otsus selama empat tahun terakhir, dengan puncak di 2022 (Rp20,4 triliun) dan tren menurun, mengindikasikan ketidakpastian dalam perencanaan dan pelaksanaan anggaran tersebut.
  • Penurunan dana Otsus pada 2023 sebesar 15,7% setelah rekor tertinggi 2022 menunjukkan adanya penyesuaian besar dalam prioritas atau kapasitas penyerapan anggaran di daerah penerima.
  • Meskipun ada upaya peningkatan pada 2024, penurunan kembali pada 2025 sebesar 6,9% menggambarkan tantangan konsisten dalam mempertahankan alokasi atau penyerapan dana Otsus.
  • Alokasi dana Otsus Papua yang jauh lebih besar (Rp9.337,5 miliar) dibandingkan Aceh (Rp4.150,0 miliar) pada RAPBN 2027 menegaskan prioritas pembangunan dan penanganan isu spesifik di wilayah Papua.
Shahibah A
Ditulis oleh Shahibah A

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc