Wisata Alam Jadi Daya Tarik Utama Objek Wisata Indonesia 2024

Pada 2024, wisata alam menjadi daya tarik utama objek wisata komersial di Indonesia dengan proporsi sebesar 34,45%.

Proporsi Objek Daya Tarik Wisata Komersial menurut Jenis

(Tahun 2024)
Ukuran Fon:

Objek daya tarik wisata merupakan unsur strategis dan fundamental dalam pembangunan sektor pariwisata daerah sekaligus salah satu penggerak perekonomian nasional. Perkembangan sektor pariwisata Indonesia pun menunjukkan tren yang terus membaik, terlihat dari meningkatnya jumlah dan ragam objek wisata yang dikelola secara komersial di berbagai daerah.

Baca Juga: Revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan: Transformasi Destinasi Wisata Edukatif dan Konservasi

Data Badan Pusat Statistik mencatat bahwa objek daya tarik wisata (ODTW) komersial di Indonesia pada 2024 tercatat sebanyak 4.557 usaha. Angka ini tumbuh dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 4.206 usaha. Pertumbuhan objek wisata komersial tidak terlepas dari upaya pengembangan pariwisata yang semakin inovatif. Dalam data BPS, usaha objek daya tarik wisata komersial terbagi ke dalam enam kelompok, yaitu wisata alam, wisata budaya, wisata buatan, taman hiburan dan rekreasi, kawasan pariwisata, serta wisata tirta.

Pada tahun 2024, wisata alam menjadi jenis daya tarik wisata dengan persentase tertinggi, yaitu sebesar 34,45%. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga objek daya tarik wisata di Indonesia mengandalkan potensi alam sebagai magnet utama bagi wisatawan, menegaskan bagaimana potensi alam Indonesia tetap menjadi kekuatan utama dalam pengembangan objek wisata komersial. Keindahan pantai, pegunungan, hutan, air terjun, dan kawasan konservasi menawarkan pengalaman wisata yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif dan menenangkan, sehingga diminati oleh berbagai kalangan wisatawan.

Selain wisata alam, wisata tirta menempati posisi kedua sebesar 31,63%. Tingginya minat terhadap wisata berbasis air mencerminkan kekayaan sumber daya perairan Indonesia yang tersebar luas di berbagai wilayah.

Sementara itu, wisata buatan mencatatkan proporsi sebesar 15,78%, diikuti taman hiburan dan rekreasi sebesar 10,09%. Jenis wisata ini umumnya berkembang di kawasan perkotaan dan menjadi alternatif hiburan yang mudah diakses, terutama bagi wisata keluarga.

Wisata budaya menyumbang 7,9% dari total daya tarik wisata. Meskipun persentasenya relatif lebih kecil, wisata budaya memiliki peran penting dalam memperkenalkan nilai sejarah, tradisi, dan identitas lokal kepada wisatawan.

Adapun kawasan pariwisata terpadu tercatat memiliki persentase paling rendah, yakni 0,15%. Dominasi wisata alam menegaskan pentingnya pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan agar potensi alam Indonesia tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Baca Juga: Wisata Seni dan Kuliner Jadi Favorit Turis Asing

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/172e6ca95600a420b528a1bb/statistik-objek-daya-tarik-wisata-2024.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook