Ekomoni dan Kemiskinan Jadi Isu Prioritas Publik Kuartal IV 2025

Pada Kuartal IV 2025, ekonomi (58%), kemiskinan (55%), dan pemberantasan korupsi (49%) menjadi 3 isu yang paling diprioritaskan publik.

10 Isu Prioritas Publik Indonesia

(Kuartal IV 2025)
Ukuran Fon:

Dinamika sosial dan ekonomi sepanjang 2025 membentuk persepsi publik terhadap berbagai persoalan nasional. Di tengah tekanan daya beli, ketidakpastian kerja, dan kenaikan biaya hidup, isu ekonomi dan kemiskinan kembali menjadi prioritas utama pada Kuartal IV 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas dan kesejahteraan ekonomi masih menjadi tolok ukur utama dalam menilai kinerja pembangunan.

Baca Juga: Tren Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2020-2027

Hasil survei Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) pada Kuartal IV 2025 menunjukkan bahwa isu ekonomi menempati posisi teratas sebagai isu prioritas publik dengan persentase 58%. Tidak jauh di bawahnya, isu kemiskinan dipilih oleh 55% responden. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa masyarakat menilai kondisi ekonomi dan kesejahteraan masih menjadi persoalan mendesak yang perlu segera ditangani.

Adapun survei ini melibatkan 400 responden melalui metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) secara daring pada 16-19 Januari 2026. Responden merupakan warga berusia 17-44 tahun yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia. Secara geografis, 54% responden berasal dari Pulau Jawa, 19% dari Sumatra, dan 27% dari wilayah lainnya.

Selain ekonomi dan kemiskinan, publik juga menaruh perhatian pada isu antikorupsi sebesar 49%, kesehatan sebesar 47%, serta pendidikan sebesar 46%. Isu ketenagakerjaan mendapat perhatian 45% responden, disusul penanggulangan bencana dengan 40% dan lingkungan dengan 38%. Sementara itu, isu hak asasi manusia (HAM) berada di angka 35%, dan kesetaraan gender menjadi isu dengan tingkat prioritas terendah, yakni 9%.

Jika ditarik ke belakang, tingginya perhatian pada isu ekonomi bukanlah hal baru. Sejak Kuartal II 2025, isu ekonomi secara konsisten berada di posisi teratas dengan persentase 52% dan kembali meningkat menjadi 57% pada Kuartal III. Konsistensi ini menunjukkan bahwa kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi belum mereda. Pada akhirnya, dominasi isu ekonomi dan kemiskinan mencerminkan harapan masyarakat akan kebijakan yang lebih konkret dan berpihak pada peningkatan kesejahteraan.

Baca Juga: 81% Publik RI Yakin Ekonomi Dunia Menguat pada 2026

Sumber: 

https://0dff17aa2000d709c6fb7dba8f35ff81.cdn.bubble.io/f1770781555777x646105304765277600/National%20Kawula17%20Survey%20Q4%202025%20full%20report.pdf

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook