Jumlah program studi (prodi) yang tersedia di perguruan tinggi Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan dinamika dunia pendidikan.
Menurut laporan Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang dikeluarkan Kementerian pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, bidang studi pendidikan jadi primadona dengan total 7.049 program studi. Jumlah ini menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia masih sangat tinggi.
Baca Juga: Gaji Dosen di Asia Tenggara, Indonesia Terendah?
Bidang teknik menempati posisi kedua dengan 6.223 program studi. Angka ini mencerminkan tingginya kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, manufaktur, energi, konstruksi, hingga teknologi digital.
Bidang kesehatan menempati peringkat ketiga dengan 4.980 program studi. Jumlah ini hampir menyamai bidang sosial yang berada tepat di bawahnya dengan total 4.894 program studi.
Selanjutnya, meski dikenal sebagai negara agraris, bidang pertanian hanya memiliki 2.255 program studi atau berada di peringkat keenam. Bidang studi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) duduk di bangku kedelapan dengan total 1.514 program studi.
Di bagian bawah daftar terdapat bidang humaniora dengan 778 program studi dan seni dengan 551 program studi.
Adapun jika ditinjau menurut program pendidikannya, proporsi prodi sarjana masih mendominasi dengan total 21.502 prodi, setara 61,95% dari total prodi di Indonesia pada 2025. Jumlahnya meningkat 2,65% dibanding tahun 2024.
Selain sarjana, terdapat 5.820 program studi diploma, 4.386 program studi magister, dan 1.385 program studi profesi. Sisanya, program studi doktoral, spesialis, dan doktoral terapan masih minim jumlahnya di Indonesia.
Distribusi program studi tahun 2025 di atas menunjukkan bahwa pendidikan tinggi Indonesia cenderung berfokus pada penyediaan tenaga profesional untuk sektor pendidikan, industri, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan sosial.
Baca Juga: Tren Jumlah Mahasiswa dan Dosen Indonesia 2019-2024
Sumber:
https://kemdiktisaintek.go.id/library/book/statistik-pendidikan-tinggi-2025