Pulau Sumatra terus menunjukkan perkembangan pesat dalam berbagai aspek, mulai dari ekonomi, infrastruktur, hingga kualitas hidup masyarakat. Sejumlah kota di wilayah ini berhasil menonjol sebagai pusat pertumbuhan baru yang tidak hanya berperan secara regional, tetapi juga nasional.
Pada 2025, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali merilis indeks daya saing daerah (IDSD) sebagai instrumen pengukuran strategis untuk menilai produktivitas dan daya saing daerah secara komprehensif.
Tahun ini, pengukuran indeks daya saing daerah turut mengacu pada metode pengukuran Global Competitiveness Index (GCI) dan World Economic Forum (WEF).
Adapun indeks daya saing daerah ini mengukur produktivitas dan kemajuan daerah berdasarkan empat komponen utama, yakni sumber daya manusia, pasar, ekosistem inovasi, dan lingkungan pendukung.
Keempat komponen tersebut diuraikan ke dalam 12 pilar yang masing-masing memiliki indikator terukur. Hal ini bertujuan untuk memastikan skor yang diperoleh tidak parsial. Skor berada pada skala maksimal 5, yang berarti indeks daya saingnya tertinggi.
Baca Juga: Kota Paling Maju di Luar Jawa 2024
Menurut penemuan BRIN, Kota Medan di Sumatra Utara jadi kota paling maju di Sumatra pada 2025, dengan IDSD mencapai 4,32. Sebagai kota terbesar di luar Pulau Jawa, Medan memiliki peran strategis sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan gerbang internasional di wilayah barat Indonesia.
Posisi kedua diisi oleh Padang di Sumatra Barat dengan skor 4,25, disusul Pekanbaru di Riau (4,24) dan Palembang di Sumatra Selatan (4,23). Kota Metro di Lampung berhasil masuk lima besar, dikenal dengan tata kelola yang baik serta kualitas pendidikan yang relatif tinggi dibandingkan kota lain di sekitarnya.
Dari wilayah Kepulauan Riau, Tanjung Pinang turut menunjukkan kemajuan, terutama dalam sektor pemerintahan dan jasa, dengan meraih skor 4,17.
Bandar Lampung sebagai ibu kota Lampung juga terus berkembang dengan peningkatan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.
Sementara itu, Bukittinggi (Sumatra Barat) dan Bengkulu (Bengkulu) menyusul dengan skor 4,11 dan 4,07, menunjukkan kekuatan pada sektor pariwisata dan pelayanan publik.
Menutup daftar, Jambi tetap menjadi salah satu kota penting dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di wilayah tengah Sumatra, dengan IDSD sebesar 4,06.
Baca Juga: Kota Paling Maju di Jawa 2024
Sumber:
https://s.brin.go.id/m/publikasiIDSD