Musim hujan kembali menyapa sebagian besar wilayah Indonesia. Hujan deras dan gerimis kerap mengguyur kota-kota besar hingga pelosok desa, membuat suasana menjadi sejuk namun juga menantang mobilitas masyarakat. Beberapa daerah bahkan mengalami cuaca ekstrem, seperti banjir dan tanah longsor, akibat intensitas hujan yang tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan akan terus berlangsung hingga awal tahun depan.
Di balik kondisi hujan yang kini dirasakan masyarakat Indonesia, fenomena ini sebenarnya bukan sesuatu yang hanya terjadi di dalam negeri. Berdasarkan data WorldAtlas, sejumlah negara di dunia juga mengalami curah hujan yang sangat tinggi sepanjang tahun. Beberapa di antaranya bahkan mencatat jumlah hujan yang jauh lebih besar dibandingkan Indonesia, membuat wilayahnya hampir selalu basah dan lembap dari waktu ke waktu.
Di posisi pertama ada Kolombia dengan rata-rata curah hujan 3.240 mm per tahun. Letaknya yang dekat khatulistiwa membuatnya mengalami semua pola atmosfer yang menjadi ciri khas garis lintang tersebut. Dipadukan dengan topografi pegunungan dan hutan hujan tropis, negara ini hampir selalu basah sepanjang tahun.
Urutan kedua ditempati oleh Sao Tome dan Principe dengan 3.200 mm, sebuah negara kepulauan kecil di Afrika yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling lembap di dunia. Musim hujan di Sao Tome dan Principe berlangsung rata-rata sembilan bulan setiap tahun.
Menyusul di bawahnya adalah Papua Nugini dengan 3.142 mm, lalu Kepulauan Solomon yang berada di wilayah tropis Pasifik dengan 3.028 mm.
Panama dan Kosta Rika, dua negara di Amerika Tengah, masing-masing mencatat curah hujan 2.928 mm dan 2.926 mm. Kemudian ada Samoa dengan 2.880 mm dan Malaysia dengan 2.875 mm, dua negara yang sering mengalami pengaruh badai tropis dan monsun. Brunei Darussalam berada sedikit di bawahnya dengan curah hujan 2.772 mm.
Indonesia sendiri memiliki rata-rata curah hujan tahunan sebesar 2.702 mm dan berada di posisi kesepuluh dalam daftar negara-negara dengan curah hujan tertinggi di dunia per 2025.
Tingginya curah hujan ini dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, Indonesia berada dekat khatulistiwa, tepat di Intertropical Convergence Zone (ITCZ). Selain itu, perairan hangat yang mengelilingi Indonesia meningkatkan kelembapan udara sehingga lebih mudah terbentuk hujan. Terakhir, pola musim hujan akibat angin monsun turut menambah intensitas curah hujan tahunan di berbagai wilayah.
Data di atas menunjukkan bahwa hujan lebat bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara lain yang dipengaruhi pola iklim dan letak geografis masing-masing.
Baca Juga: 7 Kabupaten Ini Hampir Diguyur Hujan Setiap Hari Sepanjang 2024
Sumber:
https://www.worldatlas.com/climate/the-10-rainiest-countries-in-the-world.html