Berdasarkan survei Jakpat, tingkat kesadaran publik Indonesia terhadap sustainable living atau gaya hidup berkelanjutan dan perilaku hemat energi menunjukkan dinamika berdasarkan lintas generasi.
Tercatat, Gen Z tampil sebagai kelompok dengan tingkat kesadaran terhadap gaya hidup ramah lingkungan yang paling tinggi dibandingkan generasi lainnya. Sebanyak 89% responden dari generasi yang kini berada di rentang usia sekitar 14 hingga 29 tahun tersebut mengaku telah memahami esensi dari praktik hidup berkelanjutan.
Baca Juga: Perempuan Unggul dalam Praktik Sustainable Living dibanding Laki-laki
Menyusul di posisi kedua, tingkat pemahaman akan pentingnya perilaku hemat energi di kalangan Milenial yang kini memasuki usia sekitar 30 hingga 45 tahun tercatat mencapai 86%.
Angka ini sedikit lebih unggul jika dibandingkan dengan generasi pendahulunya, yaitu Gen X (berusia 46-61 tahun), dengan kesadaran yang berada di angka 81% responden.
Menariknya, dominasi anak muda tidak hanya berhenti pada tataran teori atau kesadaran semata. Saat dikerucutkan pada aspek adopsi dan niat ke depan untuk benar-benar mempraktikkan hidup hijau, responden Gen Z kembali memimpin. Hal ini mengindikasikan bahwa bekal pengetahuan dan dorongan motivasi terkuat untuk menyelamatkan bumi memang bertumpu pada pundak generasi termuda.
Pada fase adopsi atau penerapan langsung di kehidupan sehari-hari, persentasenya melonjak tajam. Sebanyak 98% responden Gen Z menyatakan bahwa mereka kini secara aktif telah menerapkan perilaku hemat energi.
Uniknya, proporsi adopsi yang sama kuatnya juga ditunjukkan oleh kalangan Milenial, yaitu dengan angka 98%. Meskipun berada di urutan ketiga, responden Gen X yang mengaku telah mengadopsi kebiasaan hijau ini nyatanya hanya terpaut tipis 1%, yaitu dengan persentase 97%.
Sementara itu, jika menilik rencana jangka panjang atau niat ke depan untuk konsisten berperilaku ramah lingkungan, 83% responden Gen Z menyatakan komitmen kuatnya. Angka optimisme ini kembali mengungguli kalangan Milenial yang berada di level 78%, serta Gen X yang menyusul dengan persentase 76%.
Secara akumulatif, total responden dari seluruh kelompok usia yang memiliki kesadaran akan pentingnya hidup berkelanjutan mencapai 87%. Menariknya, tahapan adopsi praktis justru menjadi aspek dengan tingkat pencapaian tertinggi, dengan angka 97% dan melampaui tahapan komitmen atau niat ke depan yang bertengger di angka 80%.
Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan via Jakpat mobile app pada 16-17 April 2026, dengan total 1.373 responden yang didominasi oleh kelompok Gen Z (45%), diikuti oleh Milenial (43%) dan Gen X (12%). Dengan tingkat kepercayaan yang terjaga, survei ini memiliki margin of error di bawah 5%.
Baca Juga: Harga Plastik Naik, Ini 5 Alternatif Lain yang Bisa Dipakai sebagai Tas Belanja!
Sumber:
https://insight.jakpat.net/sustainable-living-the-plastic-pivot-responding-to-market-changes/