Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan jumlah mamalia dan burung yang terancam punah terbanyak di dunia pada 2025, mengungguli sejumlah negara dengan keanekaragaman hayati besar seperti Brasil, India, hingga China.
Dilansir dari laman Statranker berdasarkan laporan oleh World Bank WDI dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan UNEP-WCMC, setidaknya terdapat 373 spesies mamalia dan burung di Indonesia yang masuk ke dalam kategori terancam.
Mamalia merupakan kelompok hewan vertebrata yang menyusui anaknya, seperti orang utan, harimau, gajah, dan badak. Sementara burung adalah kelompok hewan berbulu dan bersayap yang berkembang biak dengan bertelur, seperti cenderawasih serta elang.
Selain Indonesia, Brasil dan China juga masuk dalam daftar negara dengan jumlah mamalia dan burung terancam punah tertinggi di dunia. Negara-negara tersebut dikenal memiliki kawasan hutan tropis luas serta tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, sehingga menjadi habitat penting bagi ribuan spesies satwa liar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa negara dengan kekayaan biodiversitas besar cenderung menghadapi tantangan konservasi yang lebih kompleks. Semakin banyak spesies yang dimiliki suatu negara, semakin besar pula risiko spesies tersebut mengalami ancaman akibat aktivitas manusia maupun perubahan lingkungan.
Baca Juga: Hewan Paling Terancam Punah di Dunia
Melansir dari laman binaryculture, terdapat kriteria spesies mamalia dapat dikatakan terancam dan rentan punah, yaitu populasi yang semakin berkurang, habitat yang rusak (deforestasi dan fragmentasi), perburuan satwa liar, serta perubahan iklim yang dapat mengancam keberadaan hewan.
Adapun hewan-hewan di Indonesia yang terancam punah berdasarkan data tahun 2025, yaitu harimau Sumatera yang jumlahnya diperkirakan kurang dari 400 individu, disusul oleh badak Jawa (80 individu), gajah Sumatera (2.400 hingga 2.800 individu).
Melihat tingginya jumlah satwa yang terancam punah tersebut, berbagai upaya pelestarian pun terus dilakukan untuk menjaga keberlangsungan spesies langka di Indonesia.
Upaya konservasi (In-Situ dan Ex-Situ) dilakukan melalui perlindungan habitat alami, penegakan hukum lingkungan, hingga keterlibatan pemerintah dan kontribusi LSM bersama Organisasi Internasional.
Langkah tersebut dinilai penting agar populasi satwa endemik Indonesia tidak terus mengalami penurunan dan terhindar dari risiko kepunahan di masa mendatang.
Baca Juga: Ikan yang Dikira Punah 66 Juta Tahun Ternyata Hidup di Laut Indonesia
Sumber:
https://statranker.org/nature/top-100-countries-by-endangered-animal-species-iucn-red-list-2025/
https://binaryculture.net/mamalia-darat-yang-terancam-punah-dan-upaya-pelestariannya/