10 Negara Paling Kering di Dunia 2025

Mesir berada di peringkat pertama dengan curah hujan hanya 18 mm, menjadikannya salah satu negara paling kering di dunia.

10 Negara Paling Kering di Dunia

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Setiap negara punya karakter iklimnya sendiri, tetapi ada beberapa tempat di dunia yang hampir tidak pernah merasakan turunnya hujan. Faktor seperti lokasi geografis, pengaruh gurun subtropis, dan pola atmosfer global membuat beberapa negara hampir tidak pernah mengalami hujan.

Berdasarkan data WorldAtlas, curah hujan di Mesir hanya 18 mm per tahun, jadi yang terendah di dunia. Sebagian besar wilayahnya berada di Gurun Sahara, sehingga wajar jika hujan menjadi momen yang sangat langka di negara ini. Di peringkat kedua ada Libya dengan curah hujan hanya 56 mm. Hujan turun sangat kecil di pesisir Laut Tengah, sementara wilayah gurunnya bisa tidak menerima hujan selama bertahun-tahun.

Arab Saudi berada di posisi ketiga dengan rata-rata curah hujan 59 mm per tahun. Sebagian besar wilayahnya merupakan gurun panas, termasuk Rub’ al Khali yang menjadi salah satu tempat paling kering di dunia. Di urutan keempat, Qatar mencatat curah hujan sebesar 74 mm per tahun. Hujan biasanya turun sebentar saat musim dingin, sedangkan selama enam bulan musim panas hampir tidak ada hujan sama sekali, dengan suhu mencapai lebih dari 42°C.

Selanjutnya, Uni Emirat Arab menempati posisi kelima dengan curah hujan sekitar 78 mm per tahun. Hujan yang turun biasanya deras tetapi hanya berlangsung singkat, sehingga lebih sering memicu banjir kilat daripada meresap ke dalam tanah. Bahrain menyusul di peringkat keenam dengan 83 mm, dipengaruhi iklim gurun pesisir yang panas dan angin seperti Shamal serta Qaws yang memperparah kondisi kering.

Aljazair berada di urutan ketujuh dengan 89 mm per tahun. Sebagian besar wilayahnya berada di kawasan Sahara, sehingga cuaca panas ekstrem dan badai pasir menjadi kondisi yang umum terjadi. Posisi berikutnya ditempati Mauritania dengan 92 mm. Meskipun wilayah selatannya menerima hujan musiman, tetapi sebagian besar wilayah negara ini tetap berada dalam zona kering sepanjang tahun.

Yordania bertengger di peringkat kesembilan dengan rata-rata curah hujan 111 mm. Daerah sekitar Laut Mati bahkan tercatat sebagai salah satu wilayah paling kering di dunia. Terakhir, Kuwait mengisi posisi kesepuluh dengan curah hujan sebesar 121 mm per tahun. Meski lebih tinggi dibanding negara lain dalam daftar ini, Kuwait tetap mengalami musim panas ekstrem dan badai pasir hampir setiap tahun.

Kesepuluh negara ini menunjukkan bahwa kekeringan bukan hanya disebabkan oleh sedikitnya hujan, tetapi juga oleh kondisi alam dan iklim yang membuat wilayah mereka tetap gersang sepanjang tahun. Negara-negara ini perlu mengelola sumber daya airnya dengan bijak mulai dari penyimpanan, pemanfaatan teknologi, hingga penghematan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah tantangan iklim yang semakin berat.

Baca Juga: 407 Kasus Kekeringan Tercatat Selama 5 Tahun Terakhir, Jawa Barat Paling Banyak

Sumber:

https://www.worldatlas.com/climate/the-10-driest-countries-in-the-world.html?utm_source=

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook