Keterampilan teknologi menjadi pilar utama dalam menyokong transformasi digital di Indonesia. Perkembangan ini mendorong setiap wilayah untuk terus memacu kapasitas literasi digital masyarakatnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase remaja dan dewasa usia 15-59 tahun dengan keterampilan teknologi informasi dan komputer (TIK) terus berkembang.
Indikator ini memotret sejauh mana penetrasi digitalisasi merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Data terbaru pada tahun 2025 memperlihatkan sebaran capaian angka indeks yang sangat progresif di setiap daerah.
Kepulauan Riau sukses menduduki posisi puncak di tanah air. Provinsi kepulauan ini mencatatkan angka indeks penduduk dengan keterampilan teknologi tertinggi, yaitu sebesar 96,64%. Angka ini menunjukkan pemerataan infrastruktur digital yang sangat baik di sana.
DKI Jakarta menempel ketat di bawahnya. Sebagai pusat ekonomi, Jakarta menorehkan angka indeks keterampilan teknologi yang tinggi yaitu 96,41%. Selanjutnya, Kalimantan Timur berada di peringkat ketiga dalam peringkat nasional tahun ini. Provinsi masa depan ibu kota baru ini meraih angka indeks sebesar 93,89%.
DI Yogyakarta menyusul di urutan keempat dengan capaian yang tidak kalah gemilang. Kota Pelajar ini berhasil mencatatkan angka indeks keterampilan teknologi sebesar 93,25%. Kultur akademik dan kreatif kuat mendukung akselerasi pemanfaatan dunia digital ini.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Keterampilan Teknologi Tertinggi 2024
Bergeser ke wilayah tengah, Bali berhasil mengamankan posisi kelima nasional. Pulau Dewata mencatatkan angka indeks keterampilan teknologi masyarakat sebesar 91,74%. Sektor pariwisata yang skala global menuntut adopsi teknologi yang masif di Bali.
Kalimantan Utara menunjukkan performa luar biasa dengan berada di posisi keenam. Provinsi ini mampu menorehkan indeks keterampilan teknologi hingga angka 91,03%. Upaya digitalisasi di daerah perbatasan mulai membuahkan hasil nyata bagi warga.
Jawa Barat menempati bangku ketujuh dalam daftar provinsi paling melek teknologi. Wilayah dengan populasi terbesar ini meraih tingkat indeks sebesar 90,15%. Sementara itu, Provinsi Riau berada di peringkat kedelapan skala nasional. Riau mengamankan posisi tersebut dengan perolehan angka indeks keterampilan teknologi sebesar 89,42%.
Provinsi Banten berada persis di bawah Riau. Daerah penyangga ibu kota ini mencatatkan indeks keterampilan teknologi sebesar 89,39%. Sinergi industri manufaktur dan pemukiman modern memacu literasi digital secara berkelanjutan.
Kepulauan Bangka Belitung melengkapi daftar sepuluh besar provinsi dengan indeks keterampilan TIK tertinggi. Provinsi ini berhasil membukukan angka keterampilan sebesar 88,65%.
Secara keseluruhan, data terbaru ini membawa sebuah kabar baik bagi masa depan pembangunan Indonesia. Pertumbuhan angka di berbagai lintas daerah mencerminkan peningkatan literasi digital yang kian merata dari tahun ke tahun.
Tantangan berikutnya adalah bagaimana memanfaatkan keterampilan teknologi ini untuk hal-hal yang produktif.
Pemerintah daerah diharapkan terus berkolaborasi dengan sektor swasta demi menjaga momentum pertumbuhan digital ini. Akses teknologi yang inklusif diyakini akan membuka lebih banyak peluang lapangan kerja baru di masa depan. Dengan fondasi digital yang semakin kokoh, seluruh pelosok Indonesia siap bersaing di kancah global.
Baca Juga: Indonesia Mulai Unjuk Gigi di Ranah AI, Bersanding dengan Negara Maju Lainnya
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTQ0NyMy/proporsi-remaja-dan-dewasa-usia-15-59-tahun-dengan-keterampilan-teknologi-informasi-dan-komputer--tik--menurut-provinsi--persen-.html