Top 10 Alasan Publik Global Pakai AI 2026

Sebanyak 58,8% responden memakai AI untuk mencari informasi.

Alasan Publik Global Pakai AI

(April 2026)
Ukuran Fon:

Di zaman yang serba digital ini, pengguna kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin meningkat di berbagai kalangan masyarakat. Teknologi tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari informasi, tetapi juga digunakan untuk memperoleh saran, mempelajari keterampilan baru, hingga sebagai sarana hiburan.

Menurut data dari We Are Social per April 2026 yang mengutip survei GWI, sebanyak 58,8% pengguna AI aktif menggunakan teknologi tersebut untuk mencari informasi. Sementara itu, 37,8% pengguna memanfaatkan AI untuk mendapatkan saran terkait suatu permasalahan tertentu, dan 37% lainnya menggunakan AI untuk belajar maupun meningkatkan keterampilan.

Data tersebut menunjukkan bahwa AI kini mulai berkembang menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari masyarakat global. Bahkan, sebanyak 26,5% pengguna AI mengaku menggunakan teknologi tersebut sebagai sarana hiburan digital.

Hal tersebut menjadikan AI yang tak hanya dipakai untuk mencari tahu informasi atau mempelajari skill baru saja, melainkan juga untuk hiburan bagi masyarakat.

Baca Juga: 5 Platform AI Terpopuler di Indonesia 2025

Jika ditinjau berdasarkan kelompok usia, motivasi penggunaan AI menunjukkan pola yang berbeda di setiap demografi. Meski demikian, aktivitas “mencari informasi” tetap menjadi alasan utama penggunaan AI di seluruh kelompok umur dalam survei GWI.

Pada kelompok usia muda, AI banyak dimanfaatkan untuk belajar dan meningkatkan keterampilan. Namun, kepentingan penggunaan tersebut cenderung menurun seiring bertambahnya usia pengguna. Sebaliknya, penggunaan AI untuk mendapatkan saran terkait permasalahan tetap konsisten dan populer di hampir semua kelompok umur.

Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan penggunaan AI antargenerasi. Pengguna usia lanjut cenderung memanfaatkan AI untuk memperoleh saran atau solusi tertentu dari AI, sementara kelompok usia muda lebih banyak menggunakan AI untuk kebutuhan produktivitas dan pengembangan diri.

Beragamnya pola penggunaan tersebut menunjukkan bahwa AI semakin terintegrasi dalam kehidupan digital masyarakat. Pengguna tidak lagi memanfaatkan AI hanya untuk satu kebutuhan tertentu, melainkan mulai menyesuaikan teknologi tersebut dengan aktivitas dan kebutuhan personal masing-masing.

Baca Juga: 95% Mahasiswa Ri pakai AI dalam Proses Pembelajaran

Sumber:

https://wearesocial.com/id/blog/2026/04/digital-2026-mid-year-global-update-report/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook