10 Provinsi dengan Keluhan Kesehatan Tertinggi pada 2026

Nusa Tenggara Barat mencatat persentase keluhan kesehatan tertinggi sebesar 37,51% pada 2026, diikuti Gorontalo dengan 34,39%.

10 Provinsi dengan Keluhan Kesehatan Tertinggi

(Tahun 2026)

Kondisi kesehatan masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kesejahteraan penduduk. Keluhan kesehatan yang dialami masyarakat dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: RAPBN 2027: Belanja Fungsi Kesehatan Capai Rp139 T, Apa Saja Outputnya?

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kondisi tersebut melalui indikator persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan dalam sebulan terakhir. Data ini merupakan bagian dari Statistik Kesejahteraan Rakyat 2026 yang bersumber dari Survei Sosial Ekonomi Nasional atau Susenas Maret 2026.

Pada 2026, Nusa Tenggara Barat menjadi provinsi dengan persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 37,51%.

Posisi berikutnya ditempati Gorontalo dengan persentase 34,39%. Selanjutnya, Jawa Tengah mencatat 33,03%, disusul Kalimantan Selatan sebesar 30,67%. DI Yogyakarta berada di posisi kelima dengan 30,09%, sementara Jawa Timur mencatat 30,00%.

Jawa Barat juga masuk dalam daftar 10 provinsi dengan persentase keluhan kesehatan tertinggi. Provinsi tersebut mencatat angka sebesar 28,72% dan berada di posisi ketujuh. Setelahnya terdapat Sumatra Barat dengan 28,66% dan Nusa Tenggara Timur sebesar 28,18%.

Kepulauan Bangka Belitung melengkapi daftar 10 besar dengan persentase penduduk yang mempunyai keluhan kesehatan sebesar 27,84%. Secara keseluruhan, sepuluh provinsi tersebut mencatat persentase keluhan kesehatan di atas 27%. Angka ini menunjukkan bahwa keluhan kesehatan masih menjadi bagian dari kondisi kesejahteraan masyarakat yang perlu diperhatikan di berbagai daerah.

Meski demikian, keluhan kesehatan tidak secara langsung menggambarkan tingkat keparahan penyakit yang dialami penduduk. BPS juga menyediakan indikator kesehatan lainnya, seperti angka kesakitan, akses rawat jalan, penggunaan jaminan kesehatan, hingga pengalaman rawat inap. Dengan demikian, kondisi kesehatan masyarakat dapat dilihat secara lebih menyeluruh melalui berbagai indikator tersebut.

Baca Juga: 66% Puskesmas di Papua Pegunungan Tidak Punya Dokter, Tertinggi pada 2025

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2026/10/05/7e415878a8af3678e51f3e0a/statistik-kesejahteraan-rakyat-2026.html

Annisa Rendanianti
Ditulis oleh Annisa Rendanianti

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc