10 Negara yang Paling Setuju AI Beri Dampak Positif, Indonesia Masuk Daftar!

China menjadi negara yang paling percaya bahwa AI membawa dampak positif pada dunia, nilai positifnya capai 80. Indonesia di urutan ketiga.

10 Negara yang Paling Yakin AI Bawa Dampak Positif

(Tahun 2026)

Perubahan dunia yang cepat telah memicu perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) dan penggunaannya dalam menyelesaikan pekerjaan, sehingga lebih efisien.

Seperti halnya dalam dunia pendidikan, AI menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mempermudah siswa mempelajari sesuatu secara singkat. Di sisi lain, tren konsumsi berita semakin bergeser dari sumber tradisional seperti TV, radio, koran, dan situs web ke media sosial bahkan AI.

Tidak hanya itu, AI saat ini telah dijadikan sarana pendukung penting guna meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan. Adopsi teknologi AI untuk mempermudah pengambilan keputusan dan mengefisiensikan proses pelayanan semakin masif di tingkat negara maupun daerah.

Pemanfaatan AI dalam mendukung proses administrasi, seperti analisis, pengolahan data, pengawasan hingga layanan percakapan berbasis AI yang membantu merespon masyarakat dengan cepat mencerminkan bahwa AI hadir sebagai elemen strategis dalam adaptasi birokrasi terhadap transformasi digital.

Baca Juga: Siswa Indonesia Masih Bergantung AI, 39% Siswa Jepang Justru Pilih Kerjakan Tugas Tanpa AI

Publikasi Global Trends, The Search for Silver Linings oleh Ipsos yang melibatkan 29.542 responden dari 38 negara survei mencoba mencari tahu pendapat responden terkait dampak AI dalam kehidupan sehari-hari.

Hasilnya menunjukkan bahwa 56% responden setuju AI memiliki dampak positif dalam kehidupan, sementara 35% sisanya tidak setuju.

Berdasarkan skor setuju bersih (net agree score) dari hasil pengurangan antara persentase responden setuju dan tidak setuju, China menjadi negara teratas yang meyakini bahwa AI membawa dampak positif, skornya mencapai 80 poin. Semakin mendekati positif 100, maka dukungannya mutlak.

Lebih lanjut, India berada di urutan kedua dengan net agree score sebesar 63, selisih tidak jauh dari Indonesia di urutan ketiga yang memperoleh skor sebesar 59. Arab Saudi kemudian menyusul di bawahnya sebanyak 58.

Urutan kelima hingga keenam ditempati oleh Malaysia sekaligus Tailan dengan net agree score masing-masing sebesar 56 dan 55. Sementara itu, Hong Kong memiliki skor 53, diikuti oleh Peru yang menyentuh angka 48.

Menutup daftar negara yang percaya bahwa AI membawa dampak positif bagi dunia, urutan kesembilan diisi oleh Singapura dengan net agree score 48 dan disusul Israel di urutan kesepuluh sebesar 45.

Baca Juga: 76% Publik RI Percaya Pemerintah Mampu Mengatur AI dengan Bertanggung Jawab

Sumber:

https://www.ipsos.com/en/ipsos-global-trends-10th-edition-release

Zalfa Ronaa
Ditulis oleh Zalfa Ronaa

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc