10 Provinsi dengan Tingkat Penetrasi Internet Terendah 2026

Sulawesi Barat jadi provinsi dengan tingkat penetrasi internet terendah pada 2026, sebesar 54,29%.

10 Provinsi dengan Tingkat Penetrasi Internet Terendah

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 235,26 juta jiwa pada 2026. Dari total populasi nasional sebesar 287,89 juta jiwa, angka tersebut menunjukkan tingkat penetrasi internet Indonesia telah menyentuh 81,72%.

Capaian ini memperlihatkan tren peningkatan akses internet yang konsisten dari tahun ke tahun. Semakin luasnya konektivitas digital menandakan bahwa internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga mendukung aktivitas pendidikan, pekerjaan, layanan publik, hingga perkembangan ekonomi digital.

Jika ditelusuri dalam beberapa tahun terakhir, tingkat penetrasi internet Indonesia terus mengalami kenaikan. Pada 2022, penetrasi internet tercatat sebesar 77,0%, kemudian meningkat menjadi 78,2% pada 2023. Angka tersebut kembali naik menjadi 79,5% pada 2024, sebelum akhirnya menembus 80,7% pada 2025.

Baca Juga: Simak Alasan dan Tantangan Penggunaan Internet di Indonesia 2025

Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan tingkat penetrasi internet terendah di Indonesia pada 2026, yakni hanya sebesar 54,29%. Artinya, hampir separuh penduduk di provinsi tersebut masih belum terhubung dengan internet.

Di atasnya terdapat Papua Pegunungan dengan tingkat penetrasi internet sebesar 58,72%. Faktor geografis yang sulit dijangkau serta keterbatasan infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan utama dalam perluasan akses internet di wilayah timur Indonesia.

Sementara itu, Sulawesi Tengah mencatat penetrasi internet sebesar 64,79%, disusul Kalimantan Selatan dengan 65,89%.

Beberapa provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi daftar daerah dengan penetrasi internet terendah. Maluku mencatat angka 66,70%, sementara Maluku Utara berada di level 68,69%.

Kemudian, Papua Tengah memiliki tingkat penetrasi internet sebesar 69,69%, sedangkan Nusa Tenggara Timur mencapai 70,91%.

Di luar kawasan timur, Sumatra Utara tercatat memiliki penetrasi internet sebesar 71,25%, sedikit lebih rendah dibanding Kalimantan Utara yang berada di angka 71,37%.

Rendahnya penetrasi internet di sejumlah provinsi umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan jaringan telekomunikasi, hingga rendahnya kualitas infrastruktur digital. 

Padahal, akses internet kini menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga pelayanan publik berbasis digital. Untuk itu, pemerataan konektivitas dinilai menjadi langkah penting agar transformasi digital dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia.

Adapun Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 ini dilaksanakan pada 1 Februari-15 Maret 2026 dengan melibatkan 8.700 responden berusia minimal 13 tahun yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih.

Baca Juga: Orang Indonesia Akses Media Sosial >8 Jam per Minggu

Sumber:

https://survei.apjii.or.id/survei

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook