Pendidikan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi profil pencari kerja di Indonesia. Perkembangan platform digital pencarian kerja juga memperlihatkan bagaimana latar belakang pendidikan para pencari kerja terus berubah seiring dengan kebutuhan pasar tenaga kerja dan meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan ketenagakerjaan secara daring.
Berdasarkan data dari Dataset Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah pencari kerja di Karirhub berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi. Karirhub sendiri merupakan portal resmi penyedia informasi lowongan pekerjaan dan proyek lepas yang dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker).
Sepanjang periode 2022–2024, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi kelompok yang paling banyak mencari pekerjaan melalui platform tersebut, sementara lulusan diploma dan perguruan tinggi cenderung mencatatkan jumlah yang lebih rendah.
Jika ditinjau berdasarkan tingkat pendidikan, jumlah pencari kerja di Karirhub mengalami dinamika yang berbeda pada setiap jenjang. Beberapa kelompok pendidikan mencatatkan penurunan dalam tiga tahun terakhir, sementara jenjang SMA menjadi satu-satunya kelompok yang kembali mengalami peningkatan pada 2024.
Baca Juga: Persentase Tenaga Kerja Formal di Indonesia Kembali Meningkat 2025, Kepri Pimpin Peringkat
Lulusan SMK menjadi kelompok pencari kerja terbesar selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2022, jumlah pencari kerja lulusan SMK mencapai 223.581 orang, kemudian turun menjadi 200.835 orang pada 2023 dan kembali menurun menjadi 164.883 orang pada 2024. Meski mengalami penurunan, jumlah tersebut masih menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.
Di posisi kedua terdapat lulusan SMA. Jumlah pencari kerja dari kelompok ini tercatat sebanyak 167.643 orang pada 2022, kemudian menurun menjadi 142.101 orang pada 2023. Berbeda dengan kelompok lainnya, jumlah pencari kerja lulusan SMA kembali meningkat pada 2024 menjadi 152.064 orang, menjadikannya satu-satunya jenjang pendidikan yang mengalami kenaikan pada tahun tersebut.
Sementara itu, pencari kerja lulusan Diploma IV, S1, hingga S3 menunjukkan tren penurunan selama periode pengamatan. Jumlahnya turun dari 122.049 orang pada 2022 menjadi 73.750 orang pada 2023, lalu kembali menurun menjadi 60.954 orang pada 2024.
Pada jenjang pendidikan yang lebih rendah, lulusan SMP mencatatkan 31.630 orang pada 2022, meningkat menjadi 43.928 orang pada 2023, sebelum turun menjadi 37.747 orang pada 2024. Adapun lulusan Diploma I, II, dan III mengalami penurunan berturut-turut dari 28.998 orang pada 2022 menjadi 16.997 orang pada 2023 dan 12.084 orang pada 2024.
Jumlah pencari kerja paling sedikit berasal dari kelompok SD ke bawah. Data menunjukkan terdapat 8.801 orang pada 2022, meningkat menjadi 19.439 orang pada 2023, kemudian turun menjadi 13.966 orang pada 2024.
Baca Juga: Optimisme Ketersediaan Lapangan Kerja Menyusut pada Mei 2026
Sumber:
https://paskerid.kemnaker.go.id/datasets