Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Januari 2026 mencapai 102,04 juta, turun 3,72% dibanding bulan Desember 2025 dan turun 0,93% dibanding Januari 2025. Meski turun, tingginya angka perjalanan ini tetap menunjukkan aktivitas mobilitas yang sangat besar.
Tidak jauh berbeda dari periode sebelumnya, wisnus pada 2026 didominasi arus perjalanan wisata dari Pulau Jawa, mencapai 63,84% dari total perjalanan wisnus. Kepadatan penduduk serta aktivitas ekonomi yang tinggi menjadi faktor utama tingginya mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Baca Juga: 7 Negara Penyumbang Turis Terbanyak ke Indonesia 2025
Provinsi dengan jumlah perjalanan paling banyak pada Januari 2026 adalah Jawa Barat dengan 18,97 juta perjalanan, naik 4,08% dibanding periode yang sama tahun lalu. Tingginya mobilitas dari provinsi ini tidak lepas dari jumlah penduduk yang besar serta kedekatannya dengan pusat ekonomi nasional.
Posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan 16,79 juta perjalanan. Sementara itu, Jawa Tengah berada di urutan ketiga dengan 11,50 juta perjalanan. Meski tinggi, kedua provinsi tersebut sama-sama mengalami penurunan jumlah perjalanan, Jawa Timur turun 9,44%, sedangkan Jawa Tengah berkurang 8,57%.
DKI Jakarta berada di peringkat keempat dengan total 8,83 juta perjalanan. Sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, Jakarta menjadi titik penting pergerakan masyarakat dari dan menuju berbagai wilayah di sekitarnya. Daftar lima besar ditutup oleh provinsi lain dari Jawa, yakni Banten dengan 6,58 juta perjalanan.
Di urutan keenam provinsi paling doyan jalan-jalan ada Sumatra Utara dengan total 4,96 juta perjalanan berasal dari provinsi ini. Sulawesi Selatan berkontribusi sebesar 3,94 juta perjalanan, disusul DI Yogyakarta dengan 2,46 juta dan Lampung yang mencapai 2,32 juta. Selain dikenal sebagai daerah pendidikan dan tujuan wisata, Yogyakarta juga memiliki mobilitas tinggi dari kalangan mahasiswa dan wisatawan domestik. Lampung sendiri menjadi salah satu gerbang utama mobilitas masyarakat antara Pulau Sumatra dan Jawa.
Melengkapi daftar tersebut, Bali mencatat sekitar 2,23 juta perjalanan pada Januari 2026. Sebagai destinasi wisata utama Indonesia, pergerakan masyarakat dari Bali tetap tinggi, baik untuk keperluan pariwisata maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Baca Juga: 10 Negara Tujuan Utama Wisatawan Nasional
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2556/perkembangan-pariwisata.html