Ketimpangan akses pendidikan tinggi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masih ada sejumlah provinsi dengan jumlah perguruan tinggi yang relatif terbatas dibandingkan wilayah lain. Minimnya jumlah kampus ini berimplikasi pada akses pendidikan, pilihan program studi, hingga mobilitas mahasiswa yang harus merantau ke provinsi lain.
Di posisi paling bawah terdapat Papua Pegunungan dengan hanya 8 perguruan tinggi. Sebagai provinsi yang relatif baru dan memiliki tantangan geografis berat, pengembangan infrastruktur pendidikan tinggi di wilayah ini masih dalam tahap awal. Keterbatasan akses transportasi dan persebaran penduduk yang tidak merata menjadi faktor yang memengaruhi lambatnya pertumbuhan kampus.
Jumlah yang tidak jauh berbeda tercatat di Papua Selatan yang memiliki 10 kampus. Sama seperti Papua Pegunungan, Papua Selatan merupakan provinsi pemekaran yang masih membangun fondasi layanan publik, termasuk pendidikan tinggi. Pendirian dan pengembangan perguruan tinggi membutuhkan waktu, investasi, serta kesiapan sumber daya manusia.
Baca Juga: 10 Kampus Terbaik Dunia Bidang Ilmu Sosial 2025
Sementara itu, Kalimantan Utara memiliki 12 perguruan tinggi. Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil dibanding provinsi lain di Indonesia, kebutuhan dan skala pasar pendidikan tinggi di wilayah ini juga terbatas. Meski demikian, keberadaan kampus tetap menjadi elemen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Tiga provinsi lain mencatatkan angka yang sama, yakni 15 perguruan tinggi. Ketiganya adalah Gorontalo, Papua Barat, dan Kepulauan Bangka Belitung. Di Gorontalo, penguatan kualitas dan relevansi program studi menjadi tantangan utama agar lulusan mampu bersaing di pasar kerja regional. Papua Barat menghadapi kendala geografis dan distribusi penduduk yang memengaruhi akses pendidikan. Sementara Kepulauan Bangka Belitung, dengan karakter wilayah kepulauan, kerap menghadapi dinamika mobilitas mahasiswa yang memilih melanjutkan studi ke provinsi lain.
Provinsi pemekaran lain, Papua Barat Daya, memiliki 18 perguruan tinggi pada 2025. Jumlah ini menunjukkan adanya potensi pertumbuhan, namun tetap menempatkannya dalam kelompok provinsi dengan kampus paling sedikit secara nasional.
Di luar kawasan Papua, Kalimantan Tengah tercatat memiliki 23 perguruan tinggi. Luas wilayah yang besar dengan kepadatan penduduk rendah menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pendidikan tinggi. Hal serupa juga terlihat di Bengkulu dan Sulawesi Barat yang masing-masing memiliki 24 perguruan tinggi.
Berikut daftar provinsi dengan jumlah perguruan tinggi paling sedikit pada 2025.
- Papua Pegunungan (8 kampus)
- Papua Selatan (10 kampus)
- Kalimantan Utara (12 kampus)
- Gorontalo (15 kampus)
- Papua Barat (15 kampus)
- Kepulauan Bangka Belitung (15 kampus)
- Papua Barat Daya (18 kampus)
- Kalimantan Tengah (23 kampus)
- Bengkulu (24 kampus)
- Sulawesi Barat (24 kampus)
Baca Juga: Lebih dari 4,5 Juta Mahasiswa Indonesia Berkuliah di Kampus Swasta
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html