10 Wilayah dengan Angka Kemiskinan Terendah di Sulawesi Selatan 2025
Kota Makassar jadi wilayah dengan persentase penduduk miskin terendah di Sulawesi Selatan pada 2025, yakni 4,43%.
10 Wilayah dengan Persentase Penduduk Miskin Terendah di Sulawesi Selatan
(Tahun 2025)
Unduh
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 8,25% pada September 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, ketika persentase penduduk miskin masih berada di angka 8,57% pada 2024.
Meskipun mengalami penurunan, persebaran kemiskinan masih menunjukkan adanya perbedaan antara wilayah perdesaan dan perkotaan. Pada September 2025, persentase penduduk miskin di perdesaan tercatat sebesar 10,72%, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang berada di angka 6,60%.
Di Sulawesi Selatan, Kota Makassar menjadi wilayah paling minim penduduk miskin. Persentase penduduk miskin di wilayah tersebut hanya sebesar 4,43% pada 2025, lebih rendah dibanding angka kemiskinan Sulawesi Selatan yang sebesar 7,6%.
Baca Juga: 10 Kota dengan Jumlah Penduduk Miskin Terbanyak 2025
Di bawahnya, Kota Parepare mencatatkan persentase penduduk miskin sebesar 4,44%, terpaut tipis dari Kota Makassar, diikuti Kabupaten Sidenreng Rappang dengan 4,91% dan Kabupaten Luwu Timur sebesar 5,79%.
Daftar lima besar wilayah dengan angka kemiskinan terendah di Sulawesi Selatan ditutup oleh Kabupaten Wajo yang memiliki 5,86% penduduk miskin.
Berikutnya, Kabupaten Bulukumba mengisi bangku keenam dengan angka kemiskinan mencapai 6,06%, disusul Kabupaten Gowa (6,64%), Kabupaten Soppeng (6,65%), dan Kota Palopo (7,18%).
Daftar 10 besar wilayah paling minim penduduk miskin di Sulawesi Selatan ditutup oleh Kabupaten Takalar dengan 7,27%.
Sebaliknya, Pangkajene Dan Kepulauan mencatatkan angka kemiskinan tertinggi di Sulawesi Selatan, mencapai 11,6%.
Adapun BPS mendefinisikan penduduk miskin sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Besaran GK berbeda-beda untuk setiap provinsi, ditentukan berdasarkan nilai pengeluaran untuk kebutuhan makanan setara 2.100 kilokalori per kapita per hari serta kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.
Baca Juga: Perkembangan Tingkat Kemiskinan di Indonesia
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjIxIzI=/persentase-penduduk-miskin-p0-menurut-kabupaten-kota.html
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini: