14% Publik Global Sepakat Kecelakaan Lalu Lintas Jadi Sumber Risiko Terbesar Keselamatan Diri
Sebanyak 14% responden global sepakat kecelakaan lalu lintas sebagai risiko terbesar yang paling memengaruhi keselamatan diri sendiri, diikuti kesehatan (11%).
Risiko yang Paling Mengancam Keselamatan diri
(Tahun 2025)
Unduh
Di dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak bahaya dan risiko yang dapat menyebabkan cedera, kerugian secara fisik maupun non-fisik, hingga kematian. Terdapat dua dimensi berbeda bagaimana orang memandang sebuah bahaya, yakni seberapa menakutkan risiko bahaya tersebut (dread risks) dan seberapa baru atau tidak pasti risiko bahaya yang terlihat (unknown risks).
Laporan Global Risk Poll 2026 melalui Gallup telah mewawancarai setidaknya 143 ribu orang di 140 negara dan wilayah berbeda sepanjang tahun 2025, menanyakan dan mencari jawaban terkait keselamatan mana yang menurut responden penting secara global.
Menariknya, sebanyak 15% responden mengaku tidak tahu risiko utama apa yang memengaruhi keselamatan diri sendiri. Dalam hal ini, responden kawasan Asia Tenggara berkontribusi hingga 32% dari total rata-rata keseluruhan.
Menurut catatan dalam laporan Global Risk Poll 2026, responden yang menjawab ‘tidak tahu’ dapat diartikan dengan berbagai cara, seperti terbatasnya kesadaran responden terhadap bahaya yang menyertai kehidupan sehari-hari hingga risiko bahaya yang dianggap normal sampai relatif tidak terlihat.
Mengecualikan pilihan tersebut, sebanyak 14% responden global menyebut kecelakaan lalu lintas sebagai risiko terbesar bagi keselamatan mereka. Persentasenya turun 2 poin persentase dari tahun 2023.
Dari semua negara dalam survei, responden asal Australia dan Selandia Baru jadi yang tertinggi memilih risiko ini, masing-masing mencapai 33%.
Baca Juga: Menyeberang Sembarangan Jadi Penyebab Utama Kecelakaan Pejalan Kaki
Selanjutnya, kondisi kesehatan pribadi menempati posisi ketiga dengan persentase sebesar 11%, sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kejahatan dan kekerasan sebanyak 10%.
Angka 10% untuk kejahatan dan kekerasan secara global turun tiga poin dari tahun 2023. Kawasan Amerika Latin dan Karibia menjadi salah dua dari penyebab penurunan tersebut. Pada tahun 2023 terdapat 47% responden di wilayah tersebut yang memilih kejahatan dan kekerasan sebagai risiko utama, namun tahun 2025 persentase tersebut turun hanya menjadi 35%.
Risiko ekonomi mengisi urutan kelima sebagai risiko yang memengaruhi keselamatan responden, mencapai 9%.
Perubahan iklim dan keuangan menutup daftar risiko teratas pilihan responden global yang paling memengaruhi keselamatan diri sendiri dengan masing-masing persentase mencapai 6% dan 5%.
Baca Juga: Jawa Barat Punya Risiko Kejahatan Terendah
Sumber:
https://www.lrfoundation.org.uk/publications/the-quiet-hazards-how-everyday-risk-shapes-daily-life
Ditulis oleh Zalfa Ronaa
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Provinsi dengan Pemuda Tidak Merokok Terbanyak 2025
10 Taman Warga Terluas di Jakarta 2025
Harga Avtur Turun 1 Agustus! Apakah Tiket Pesawat Ikut Turun?