42% Anak Muda Tolak Pemindahan Ibu Kota ke IKN

Sebanyak 42,9% responden menyatakan tidak setuju dengan pembangunan dan pemindahan ibu kota ke IKN.

Pandangan Anak Muda Terkait Pembangunan dan Pemindahan Ibu Kota ke IKN

(Kuartal I 2026)
Ukuran Fon:

Sebagian anak muda di Indonesia ternyata masih menaruh keraguan terhadap rencana pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara. Menurut survei Muda Bicara ID, sebanyak 42,9% responden menyatakan tidak setuju dengan pembangunan dan pemindahan ibu kota ke IKN.

Sementara itu, mayoritas responden atau 57,1% menyatakan setuju terhadap proyek pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur tersebut. 

“Saat ini justru sebagian besar anak muda mendukung keberadaan IKN dan berharap ibu kota dapat segera dipindahkan kesana,” tulis Muda Bicara ID dalam laporannya.

Meski kelompok yang mendukung masih lebih besar, angka penolakan yang mencapai lebih dari 40% menunjukkan bahwa pandangan anak muda terhadap IKN masih cukup terbelah. 

Baca Juga: Naik Turun Pembangunan IKN

Besarnya kelompok yang tidak setuju dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kekhawatiran terhadap besarnya anggaran pembangunan, prioritas penggunaan dana negara, hingga dampak lingkungan dan sosial dari pembangunan ibu kota baru. Di sisi lain, sebagian anak muda juga menilai bahwa persoalan mendasar seperti lapangan kerja, pendidikan, dan biaya hidup masih lebih mendesak untuk diselesaikan.

Namun, kelompok yang mendukung IKN melihat proyek ini sebagai langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa. Pemindahan ibu kota juga dianggap dapat mengurangi beban Jakarta yang selama ini menghadapi berbagai persoalan seperti kemacetan, kepadatan penduduk, hingga penurunan muka tanah.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa IKN bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga isu yang memunculkan perdebatan mengenai arah pembangunan Indonesia ke depan. Tingginya perhatian anak muda terhadap isu ini sekaligus mencerminkan bahwa generasi muda ingin terlibat dalam menentukan prioritas pembangunan nasional.

Adapun Survei Nasional Muda Bicara ID ini dilakukan pada 1-30 Maret 2026 dengan melibatkan 800 responden berusia 17-40 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui computer-assisted self interviewing, sementara pemilihan sampel menggunakan stratified random sampling untuk memastikan sampel terpilih dapat menjadi representasi proporsional dari setiap subkelompok populasi.

Baca Juga: Progres Tol IKN, Segmen Demi Segmen Mulai Tersambung

Sumber:

https://www.mudabicara.id/kajian/rilis-laporan-survei-nasional-muda-bicara-id-q1/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook