5 Upaya Publik RI untuk Kurangi Penggunaan Plastik 2026

Membawa kantong belanja ramah lingkungan menjadi upaya mengurangi penggunaan plastik yang paling populer menurut publik RI, dilakukan oleh 71% responden.

5 Upaya Publik RI untuk Kurangi Penggunaan Plastik

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Lonjakan harga bahan baku plastik akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah secara tidak langsung telah menggeser pola konsumsi masyarakat. Fenomena ini memicu perubahan gaya hidup baru di Indonesia. Publik kini mulai mengurangi ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai.

Berdasarkan survei Jakpat, membawa kantong belanja guna ulang menjadi langkah paling populer yang diadopsi oleh publik Indonesia dengan angka mencapai 71%.

Artinya, sudah 7 dari 10 publik telah menerapkan kebiasaan hijau yang dinilai efektif untuk memengaruhi sekaligus menekan volume timbulan sampah plastik di tingkat konsumen.

Baca Juga: Plastik Masih Jadi Andalan, Ini 10 Penggunaan Utamanya pada 2026

Di urutan kedua, aksi membawa wadah sendiri dari rumah telah diterapkan oleh 57% responden. Kebiasaan ini umumnya dilakukan ketika masyarakat membeli makanan matang siap saji di warung kuliner atau saat berbelanja bahan pangan segar di pasar tradisional, sehingga tidak lagi memerlukan kemasan plastik dari pedagang.

Sementara itu, membawa kotak bekal, botol minum, serta alat makan pribadi juga dipilih oleh 48% publik. Langkah ini dinilai sebagai tindakan preventif yang sangat efektif dalam mendukung gerakan zero waste atau gaya hidup minim sampah.

Tidak hanya mengubah kebiasaan, sebanyak 40% responden juga secara sadar beralih memilih alternatif pengganti plastik. Beberapa barang pengganti yang kini semakin diminati di pasaran antara lain tas kain spunbond, kardus atau karton kemasan, hingga kantong kertas (paper bag).

Kendati demikian, transisi menuju pembatasan plastik tidak selalu berarti meninggalkan material tersebut sepenuhnya. Sebanyak 37% responden mengaku masih memanfaatkan kembali kantong plastik yang sudah ada di rumah.

Meskipun masih menggunakan media plastik, upaya ini dilakukan untuk memperpanjang siklus pakai barang dan mencegahnya langsung berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) sebagai limbah sekali pakai.

Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan via Jakpat mobile app pada 16-17 April 2026, dengan total 1.373 responden yang didominasi oleh kelompok Gen Z (45%), diikuti oleh Milenial (43%) dan Gen X (12%). Dengan tingkat kepercayaan yang terjaga, survei ini memiliki margin of error di bawah 5%.

Baca Juga: Krisis Plastik? Ini 7 Alternatif Kemasan Non-Plastik untuk UMKM

Sumber:

https://insight.jakpat.net/sustainable-living-the-plastic-pivot-responding-to-market-changes/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook