Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), posisi puncak provinsi dengan angka pengangguran paling minim di luar Pulau Jawa pada awal tahun 2026 diraih oleh Bali. Provinsi ini mencatatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hanya sebesar 1,59%.
Tepat di bawah Bali, Papua Pegunungan menempati urutan kedua dengan tingkat pengangguran hanya sebesar 1,7%. Bergerak ke kawasan tengah Indonesia, Sulawesi Barat berhasil menjadi pelengkap tiga besar dengan persentase pengangguran sebesar 2,93%.
Angka ini disusul oleh tetangganya, Sulawesi Tengah yang berada di urutan keempat dalam daftar sepuluh provinsi luar Jawa dengan tingkat pengangguran terendah, dengan proporsi 2,95%.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran Indonesia Tak Sampai 5%, Penduduk Kerja Tembus 95%
Tren positif penyerapan lapangan pekerjaan juga menjalar ke Kepulauan Nusa Tenggara. Nusa Tenggara Barat (NTB) duduk di posisi kelima dengan TPT sebesar 2,99%, disusul oleh Nusa Tenggara Timur (NTT) di peringkat keenam yang mencatatkan angka pengangguran sebesar 3,16%.
Berikutnya, Gorontalo sukses mengamankan posisi ketujuh dengan capaian TPT sebesar 3,17%. Sementara itu, Bengkulu menjadi satu-satunya perwakilan dari Pulau Sumatra yang masuk dalam pemeringkatan, dengan angka 3,23% dan bertengger di urutan kedelapan.
Peringkat kesembilan ditempati oleh Sulawesi Tenggara dengan persentase 3,25%. Sebagai penutup daftar provinsi dengan pengangguran terendah dari luar wilayah Jawa ini, Kalimantan Tengah hadir di urutan kesepuluh dengan angka TPT per Februari 2026 sebesar 3,44%.
Secara nasional, tingkat pengangguran di Indonesia pada awal tahun 2026 mencapai 4,68%. Angka ini turun jika dibandingkan dengan periode Februari 2025 lalu yang berada di angka 4,76%.
Dalam konferensi pers, Kepala BPS Republik Indonesia (RI), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa jumlah pengangguran secara absolut turun 0,035 juta orang pada periode Februari 2025 hingga Februari 2026.
"Tingkat pengangguran terbuka pada Februari 2026 adalah 4,68%. Dari total angkatan kerja sebanyak 154,91 juta orang, terdapat 7,24 juta di antaranya belum terserap pasar kerja sehingga menjadi penganggur," ucapnya di Gedung BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5).
Sedangkan, total penduduk usia kerja pada Februari 2026 mencapai 219,54 juta orang atau meningkat 2,75 juta orang secara tahunan. Jumlah itu terdiri dari 64,63 juta penduduk bukan angkatan kerja yang meningkat 891 ribu orang, serta 154,91 juta angkatan kerja yang jumlahnya meningkat 1,862 juta orang secara tahunan.
Adapun parameter pengangguran yang diperhitungkan dalam data adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja namun sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha baru, sudah diterima bekerja/sudah siap berusaha namun belum mulai, atau mereka yang merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
Baca Juga: Bagaimana Tren Pengangguran di Indonesia 1 Dekade Terakhir?
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTQzIzI=/tingkat-pengangguran-terbuka-menurut-provinsi--persen-.html