10 Upaya Hemat Energi Favorit Publik RI 2026

Mematikan lampu dan alat elektronik tak terpakai (68%) jadi kegiatan hemat energi favorit publik RI, diikuti oleh menggunakan alat makan guna ulang (51%).

10 Upaya Hemat Energi Favorit Publik RI

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Berdasarkan survei Jakpat, publik Indonesia memiliki ragam aktivitas favorit untuk mendukung gerakan hemat energi dan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah ramah lingkungan yang paling masif dilakukan oleh publik adalah mematikan lampu dan alat elektronik saat tidak digunakan. Tercatat, proporsi responden yang mengimplementasikan kebiasaan ini mencapai 68%.

Artinya, hampir 7 dari 10 publik telah menjadikan tindakan sederhana ini sebagai kontribusi nyata untuk menyelamatkan bumi.

Baca Juga: 71% Publik RI Pakai Tas Reusable Imbas Kenaikan Harga Plastik

Di posisi kedua, sebanyak 51% responden memilih untuk menggunakan wadah dan alat makan guna ulang, seperti membawa botol minum sendiri.

Perilaku ini dinilai efektif untuk menekan volume sampah kemasan sekali pakai, khususnya wadah berbahan styrofoam yang secara ilmiah membutuhkan waktu sangat lama untuk dapat terurai sepenuhnya di alam.

Lebih lanjut, transisi menuju gaya hidup hijau juga terlihat dari aktivitas mobilitas publik. Alih-alih bergantung pada kendaraan bermotor, sebanyak 50% responden memilih untuk berjalan kaki atau bersepeda ketika bepergian dalam jarak dekat.

Dengan persentase yang sama, sebanyak 50% publik juga mulai rutin membawa kantong belanja guna ulang. Kebiasaan ini merupakan respons adaptif masyarakat untuk mengurangi pemakaian plastik harian, sekaligus menyiasati lonjakan harga bahan baku plastik di pasaran yang belakangan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Di lingkup domestik, gerakan menghemat air bersih menjadi salah satu aksi nyata yang sangat praktis diterapkan dari rumah. Sebanyak 44% responden melakukan hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian sumber daya alam.

Kesadaran akan pentingnya menekan emisi gas rumah kaca juga mulai tumbuh secara signifikan. Tercatat sebesar 38% publik Indonesia proaktif memilih untuk membeli produk-produk lokal.

Selain memajukan perekonomian domestik, inisiatif ini sangat ampuh dalam memangkas jejak karbon yang biasanya dihasilkan dari proses distribusi logistik jarak jauh.

Upaya kolektif dalam menekan polusi udara dan emisi karbon juga tercermin dari 37% responden yang menghindari praktik pembakaran sampah, diikuti kemudian oleh 31% responden yang menggunakan transportasi umum (transum) sebagai moda mobilitas harian mereka.

Langkah hemat energi lainnya yang turut melengkapi daftar ini adalah komitmen untuk mengurangi konsumsi produk dengan kemasan saset sekali pakai, yang diaplikasikan oleh 29% responden.

Terakhir, kegiatan berkebun di area rumah atau urban farming telah diadopsi oleh 27% publik sebagai hobi yang selaras dengan nilai-nilai lingkungan.

Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan via Jakpat mobile app pada 16-17 April 2026, dengan total 1.373 responden yang didominasi oleh kelompok Gen Z (45%), diikuti oleh Milenial (43%) dan Gen X (12%). Dengan tingkat kepercayaan yang terjaga, survei ini memiliki margin of error di bawah 5%.

Baca Juga: Indonesia Terima Kiriman Sampah dari Eropa, Ada Plastik hingga Kertas

Sumber:

https://insight.jakpat.net/sustainable-living-the-plastic-pivot-responding-to-market-changes/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook