Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Indonesia, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas masyarakat. Adapun sampah-sampah tersebut tergolong menjadi berbagai jenis sampah, mulai dari sisa makanan, kertas, plastik, hingga sampah industri.
Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025, komposisi sampah di Indonesia didominasi oleh sampah sisa makanan dan plastik.
Data menunjukkan sebanyak 40,77% sampah berasal dari sisa makanan, disusul oleh plastik sebesar 20,52% dan sampah kayu/ranting di angka 13,13%.
Sementara itu, jenis sampah lainnya juga menyumbang proporsi yang cukup besar terhadap total timbulan sampah nasional.
Berbagai material seperti kertas, logam, kain, hingga kaca masih menjadi bagian dari persoalan pengelolaan sampah di Indonesia yang memerlukan penanganan berkelanjutan.
Sampah kertas/karton menyumbang 11,4% dan sampah logam berada di angka 3,11%. Sampah kain dan kaca juga turut menyita perhatian dengan masing-masing sebesar 2,51% dan 2,39%.
Baca Juga: Pembakaran Sampah Jadi Sumber Utama Mikroplastik Polimer di Udara 2025
Menyoal situasi sampah di Indonesia, mantan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq menyatakan komitmennya dalam pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
Dilansir dari laman Kementerian Lingkungan Hidup, melalui Rapat Koordinasi Nasional, pemerintah menegaskan arah baru dalam hal pengelolaan sampah guna mewujudkan Indonesia bebas sampah 2029.
“Rakornas ini bukan sekadar seremoni. Ini panggilan aksi nyata. Jika kita tidak bertindak sekarang, yang kita wariskan hanyalah krisis ekologis yang lebih dalam,” tegasnya dalam keterangan resmi (22/6/2025).
Ia kemudian menjelaskan sekitar 10,8 juta ton sampah plastik menyumbang komposisi sampah nasional. Namun, tingkat daur ulangnya hanya 22% yang masih jauh dari harapan.
Adapun Jawa menjadi wilayah dengan peringkat tertinggi dalam hal daur ulang sebesar 31% disusul oleh Bali-Nusra dengan 22,5% dan Sumatra yang mencapai 12%. Sementara itu, Indonesia Timur masih menjadi wilayah dengan tantangan besar soal pengelolaan sampah.
“Tahun 2029 harus menjadi tonggak tercapainya target pengelolaan sampah 100%. Tidak ada lagi waktu untuk menunda. Ini bukan hanya tugas KLH/BPLH, tetapi seluruh elemen bangsa,” tutup Hanif.
Baca Juga: Meski Sadar Isu Lingkungan, 59% Anak Muda Belum Memilah Sampahnya Sendiri
Sumber:
https://sampahnasional.kemenlh.go.id/portal-indikatif/data/komposisi-sampah