Pembakaran Sampah Jadi Sumber Utama Mikroplastik Polimer di Udara 2025
Pembakaran sampah jadi sumber utama mikroplastik polimer di udara, dengan kontribusi mencapai 55,5% pada 2025
Sumber Utama Mikroplastik Polimer di Udara Indonesia
(Tahun 2025)
Unduh
Pencemaran mikroplastik bukan lagi hanya jadi persoalan laut dan perairan, melainkan sudah menjangkau udara yang dihirup sehari-hari. Sumber mikroplastik di udara dan atmosfer semakin menguat, salah satunya didorong oleh aktivitas manusia.
Mikroplastik sendiri merupakan partikel plastik yang berukuran sangat kecil (diameter <5 mm), yang berpotensi berbahaya bagi ekosistem dan kesehatan manusia. Mikroplastik yang dihirup berlebihan dapat mengakibatkan gangguan sistem pencernaan dan berbagai bentuk kerusakan paru.
Data Ecoton menyebutkan bahwa dari kajian terhadap 18 kota di Indonesia, pembakaran sampah menjadi sumber utama penghasil mikroplastik jenis polimer pada 2025. Proporsi mikroplastik yang bersumber dari pembakaran sampah mencapai 55,6%.
Pembakaran sampah menghasilkan partikel mikroplastik jenis polyolefin, termasuk Polyethylene (PE), Polypropylene (PP), polybutene (PB), PTFE, dan polyester.
Besarnya kontribusi pembakaran sampah terhadap mikroplastik di udara menegaskan masih adanya tantangan serius dalam pengelolaan sampah, di mana masyarakat lebih memilih membakar sampah alih-alih mengelola dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: NTT Jadi Provinsi yang Paling Banyak Membakar Sampah
Di posisi kedua, aktivitas rumah tangga dan penggunaan kemasan plastik sekali pakai berkontribusi terhadap 33,3% dari total mikroplastik polimer di udara. Hal ini menandakan masih tingginya penggunaan plastik di kota-kota besar seperti Jakarta, Denpasar, dan Sidoarjo.
Aktivitas industri dan konstruksi menyumbang 27,8%, yang biasanya marak terjadi di kawasan industri besar seperti Bandung, Palembang, Surabaya, dan Pontianak.
Laundry dan tekstil domestik juga berkontribusi cukup tinggi, mencapai 22,2% dari total mikroplastik polimer di Indonesia, diikuti aktivitas transportasi seperti gesekan ban, aspal, dan rel KRL sebanyak 16,7%, aktivitas pariwisata dengan 11,1%, perikanan dan pesisir dengan 5,6%, serta kegiatan pertanian dengan 5,6%.
Baca Juga: 39% Sampah Indonesia adalah Sisa Makanan
Sumber:
https://ecoton.or.id/55-sumber-polimer-plastik-di-udara-berasal-dari-pembakaran-sampah/
Ditulis oleh Agnes Z. Yonatan
Jurnalis data GoodStats Data
Bagikan statistik ini:
Artikel Terkait
10 Daerah di Jabar dengan Jumlah Individu Desil 1 Terbanyak
Daftar Ketua Umum PBNU dan Rais Aam dari Masa ke Masa