Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas (PP17) melalui rilisan Laporan National Kawula17 Survey Q1 2026 bertema Kinerja Pemerintah dan Legislatif serta Opini Publik mengemukakan bahwa mayoritas publik Indonesia memiliki persepsi yang baik terhadap Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto.
Hal ini tercermin dari dominannya sentimen positif terhadap kata “Prabowo Subianto” yang mencapai 45%. Artinya, 4 dari 10 publik Indonesia cenderung memandang Prabowo dengan penilaian yang optimis.
Baca Juga: 52% Publik Percaya Pemerintah karena Sikap Tegas Prabowo
Sebaliknya, proporsi responden yang berpandangan bahwa Prabowo adalah pemimpin negara yang buruk dengan memberikan sentimen negatif untuk kata “Prabowo Subianto” sebesar 36%.
Hanya berbeda tipis, sebanyak 35% publik Indonesia tidak memberikan perasaan apapun terhadap sang presiden, baik positif maupun negatif, dengan lebih memilih netral sebagai asosiasi untuk kata “Prabowo Subianto”.
Di sisi lain, masih ada sebagian kecil responden yang tidak memiliki pandangan apapun terkait Prabowo, dengan proporsi 2% yang menjawab tidak tahu. Dengan angka yang sama, sebanyak 2% responden menyebut sentimen di luar daftar ini, menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap Prabowo Subianto juga bersifat beragam dan tidak sepenuhnya terpolarisasi pada sentimen positif dan negatif.
Mayoritas sentimen positif terhadap Prabowo Subianto juga sejalan dengan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahannya. Sebanyak 46% responden menilai karakter Prabowo yang berwibawa sebagai faktor utama yang membuat pemerintahan Prabowo–Gibran diyakini mampu menjalankan program dengan baik.
Proporsi yang hampir mencakup setengah ini menempatkan aspek kepemimpinan personal sebagai elemen kunci dalam membangun keyakinan publik.
Dibandingkan survei pada tahun sebelumnya, angka ini naik sebanyak 2%, menandakan bahwa adanya peningkatan kepercayaan terhadap kepribadian dari publik terhadap Presiden RI tersebut.
Pengumpulan data dalam survei Kawula17 ini dilakukan dengan melibatkan 387 responden yang berumur 17-44 tahun secara online dengan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) pada 13-16 Maret 2026.
Baca Juga: 55% Publik RI Beri Sentimen Negatif pada Kata "Polri"
Sumber:
https://kawula17.id/publikasi