Berdasarkan survei Kawula17, alasan utama publik Indonesia meyakini pemerintah akan memenuhi program-program yang sudah dijanjikan dikarenakan karakter Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yang tegas dan berani dengan persentase publik yang memilih jawaban ini mencapai 52%.
Angka yang mencakup lebih dari setengah responden ini menandakan bahwa faktor kepemimpinan personal menjadi penentu utama dalam membentuk kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Baca Juga: Benarkah Janji Presiden Soal Kenaikan Gaji Guru Hanya Basa-Basi Semu?
Di samping itu, sebanyak 46% publik juga percaya bahwa dukungan yang kuat dari masyarakat akan membantu pencapaian janji pemerintah, disusul pula oleh perencanaan program yang matang menurut 40% responden.
Dengan persentase yang lebih sedikit, terdapat 38% publik yang menilai bahwa pemerintah serius dalam menindak kasus korupsi, menjadikannya sebagai alasan percaya bahwa pemerintah akan menunaikan janjinya.
Berikutnya, alasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang cukup untuk membiayai program pemerintah dipilih oleh 33% responden, diikuti oleh faktor baiknya komunikasi pemerintah bagi 32% publik RI.
Tidak ada itu, dukungan penuh dari partai politik (parpol) serta militer di ruang sipil turut muncul dalam daftar alasan publik Indonesia memercayai pemerintah akan memenuhi janjinya, dengan proporsi masing-masing 31% dan 26%. Kedua faktor ini mencerminkan pentingnya stabilitas politik dan keamanan dalam mendukung kelancaran implementasi program pemerintah.
Adapun sebesar 24% responden memilih alasan kompetennya pejabat pemerintah Indonesia. Dengan angka yang sama, juga terdapat faktor kewenangan bagi pemerintah daerah (Pemda) untuk mengambil keputusan secara mandiri.
Sementara itu, jumlah kementerian dan lembaga (K/L) pemerintah yang tepat dipilih oleh 18% publik. Uniknya, pengaruh keterlibatan presiden ke-7 RI, Joko Widodo pun muncul sebagai alasan responden meyakini ketepatan janji pemerintah, dengan persentase yang senilai.
Kendati demikian, terdapat sebagian kecil responden yang menjawab survei ini dengan tidak tahu dengan angka 3%, menunjukkan masih adanya kelompok masyarakat yang belum memiliki penilaian pasti terhadap kinerja dan prospek pemerintah ke depan.
Pengumpulan data dalam survei bertajuk National Kawula17 Survey Q4 2025 ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) secara online. Survei dilakukan pada tanggal 16-19 Januari 2026 dengan melibatkan 400 responden berusia 17-44 tahun, memperoleh margin of error 5%.
Baca Juga: Publik Indonesia Ragu Prabowo-Gibran Bisa Tepati Janji
Sumber:
https://kawula17.id/publikasi