Persentase Peserta Didik dengan Kebiasaan Sarapan Menurut Jenjang Pendidikan 2024

Sebagian besar peserta didik telah memiliki kebiasaan sarapan setiap hari, meski persentasenya berbeda menurut jenjang pendidikan dan kondisi ekonomi.

Kebiasaan Sarapan Peserta Didik Menurut Jenjang Pendidikan

(2024)
Ukuran Fon:

Sarapan menjadi salah satu kebiasaan penting dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik. Selain membantu memenuhi kebutuhan energi pada pagi hari, sarapan juga berperan dalam menjaga fokus selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional Modul Sosial Budaya dan Pendidikan (Susenas MSBP) 2024, sebanyak 71,05% peserta didik di Indonesia telah memiliki kebiasaan sarapan setiap hari.

Sarapan yang dimaksud tidak selalu berupa makanan berat, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat di berbagai daerah, seperti mengonsumsi pisang, ubi, susu, maupun makanan ringan lainnya. Tingginya persentase ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta didik telah memiliki kebiasaan makan pagi sebelum melakukan aktivitas belajar.

Jika dilihat berdasarkan jenjang pendidikan, terdapat perbedaan persentase kebiasaan sarapan pada masing-masing kelompok peserta didik. Pada jenjang SD sederajat, persentase peserta didik yang memiliki kebiasaan sarapan setiap hari tercatat paling tinggi, yaitu sebesar 73,97%. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak usia sekolah dasar masih memiliki pola makan pagi yang cukup baik sebelum memulai aktivitas belajar.

Baca Juga: 10 Provinsi yang Siswanya Paling Rajin Sarapan, Ada Provinsimu?

Sementara itu, pada jenjang SMP sederajat, persentasenya menurun menjadi 69,00%. Penurunan ini menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan mulai berkurang seiring bertambahnya usia dan perubahan aktivitas harian peserta didik. Adapun pada jenjang SMA/SMK sederajat, persentase peserta didik yang terbiasa sarapan setiap hari kembali menurun menjadi 66,40%, sekaligus menjadi yang terendah dibandingkan jenjang pendidikan lainnya.

Tren penurunan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin rendah pula persentase peserta didik yang memiliki kebiasaan sarapan setiap hari. Perubahan pola aktivitas, jadwal sekolah yang lebih padat, hingga kebiasaan bangun lebih pagi dapat menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

Data ini menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan masih cukup baik di kalangan peserta didik Indonesia, terutama pada jenjang pendidikan dasar. Namun, penurunan persentase pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi menjadi perhatian penting karena sarapan memiliki peran besar dalam mendukung konsentrasi belajar dan menjaga kesehatan peserta didik selama menjalani aktivitas sekolah.

Baca Juga: Ikuti Jejak Prabowo, Pramono Mau Bikin Program Sarapan Gratis

Sumber:

https://www.bps.go.id/id/publication/2025/05/28/1d3b07ea55c4e8d8ce5d5859/statistik-penunjang-pendidikan-2024.html

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook