Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai pemain kunci dalam industri tambang global. Pada 2025, Indonesia tercatat memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, mencapai 62 juta ton, jauh melampaui negara lain. Angka ini menempatkan Indonesia di garis depan dalam rantai pasok global, terutama untuk kebutuhan industri baterai kendaraan listrik yang terus berkembang pesat.
Cadangan nikel Indonesia kurang lebih setara 44,3% dari total cadangan global yang melebihi 140 juta ton. Beratnya juga naik dari 2024 yang sebesar 55 juta ton.
Tidak hanya itu, produksi nikel Indonesia juga unggul dibanding negara lain, mencapai 2,6 juta ton pada 2025, naik dari 2024 yang sebesar 2,31 juta ton.
Baca Juga: Indonesia Jadi Negara Penghasil Nikel Terbesar di Dunia
Di posisi kedua, Australia memiliki cadangan sekitar 25 juta ton, disusul oleh Brasil dengan 16 juta ton. Sementara itu, Rusia mencatatkan 8,3 juta ton, diikuti oleh Kaledonia Baru sebesar 7,1 juta ton yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil nikel utama dunia.
Negara-negara Asia juga masuk dalam daftar, seperti Filipina dengan 4,8 juta ton dan China sebesar 4,4 juta ton. Sementara itu, Kanada memiliki 2,2 juta ton cadangan, dan Amerika Serikat berada di posisi terakhir dalam daftar ini dengan 0,34 juta ton. Negara lain memiliki akumulasi cadangan nikel lebih dari 9,1 juta ton pada 2025.
Secara keseluruhan, produksi nikel pada 2025 mencapai 3,9 juta ton, naik dari 2024 yang sebesar 3,71 juta ton.
Dominasi Indonesia dalam cadangan nikel menjadi sangat strategis di tengah meningkatnya permintaan global terhadap bahan baku baterai lithium-ion. Nikel merupakan komponen penting dalam produksi baterai kendaraan listrik, yang kini menjadi fokus utama transisi energi bersih di berbagai negara.
Dengan cadangan yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga pemain utama dalam industri hilirisasi seperti produksi baterai dan kendaraan listrik.
Baca Juga: Nikel Jadi Komoditas Unggulan Investasi Hilirisasi 2025
Sumber:
https://pubs.usgs.gov/periodicals/mcs2026/mcs2026-nickel.pdf