Laporan Jakpat bertajuk Pet Industry in Indonesia mengungkap dinamika mengenai preferensi para pemilik anjing di tanah air. Berdasarkan data tersebut, publik Indonesia cenderung setia pada merek-merek yang sudah memiliki reputasi kuat. Happy Dog sukses memuncaki daftar makanan anjing terfavorit publik Indonesia pada tahun 2026 dengan persentase responden mencapai 42%.
Adapun dominasi merek makanan anjing asal Jerman ini dibayangi sangat ketat oleh Pedigree dari Amerika Serikat yang menempati posisi kedua, dengan angka 41%.
Selisih tipis ini menunjukkan bahwa kedua merek tersebut menjadi pilihan utama yang paling bersaing dalam memenuhi kebutuhan gizi harian anjing peliharaan di Indonesia, sejalan pula dengan tingkat kesadaran merek (brand awareness). Happy Dog sendiri dikenal oleh 65% responden, disusul oleh Pedigree dengan proporsi 63%.
Baca Juga: Sambut Hari Anjing Sedunia, Simak Ras Anjing Terpopuler di Dunia
Di posisi ketiga, merek asal Prancis, Royal Canin, mengantongi persentase penggunaan sebesar 35%. Meskipun merupakan kategori merek premium, tingkat pengenalan publik terhadap Royal Canin cukup tinggi, yakni mencapai 56%, menunjukkan bahwa pemilik anjing di Indonesia cenderung memilih merek yang sudah familiar dan terpercaya untuk memastikan kesehatan peliharaan mereka.
Mr. Vet yang digunakan oleh 20% responden menduduki peringkat kelima. Merek ini juga cukup dikenal oleh 42% publik. Di posisi kelima, Alpo menutup jajaran lima brand makanan anjing yang paling sering digunakan oleh publik Indonesia pada tahun 2026 dengan persentase yang sama, yaitu 20%.
Tren loyalitas terhadap merek tertentu ini kian mempertegas bahwa nutrisi merupakan aspek paling krusial bagi para pemilik hewan di Indonesia. Hal ini sejalan dengan temuan survei bahwa mayoritas responden menempatkan makanan sebagai prioritas utama yang harus dipersiapkan saat mulai memelihara anjing, dengan angka 79%.
Tingginya angka tersebut membuktikan bahwa bagi mayoritas publik, memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas adalah langkah pertama dan terpenting dalam memelihara hewan, melampaui kebutuhan lainnya seperti peralatan makan, vitamin, ataupun perlengkapan kebersihan.
Pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan metode kuantitatif melalui kuesioner yang disebarkan via Jakpat mobile app pada 9-10 Maret 2026, dengan total 1.254 responden yang didominasi oleh kelompok Milenial (51%), diikuti oleh Gen Z (37%) dan Gen X (12%). Dengan tingkat kepercayaan yang terjaga, survei ini memiliki margin of error di bawah 5%.
Baca Juga: 91% Orang Rumania Punya Hewan Peliharaan, Terbanyak di Eropa
Sumber:
https://insight.jakpat.net/pet-industry-in-indonesia/