Biskuit dan kue kering masih menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia. Selain mudah dikonsumsi, produk ini juga sering dibeli dalam jumlah besar untuk stok di rumah, suguhan tamu, hingga kebutuhan hampers saat momen tertentu. Tak heran jika persaingan di kategori ini cukup ketat di berbagai platform e-commerce.
Berdasarkan data Compas periode April 2026, Tango berhasil menjadi brand biskuit dan kue kering terlaris di e-commerce Indonesia dengan pangsa pasar 4,4%. Posisi berikutnya ditempati Nabati (4%), Khong Guan (3,7%), Monde (3,4%), dan Bellarosa (3,2%).
Menariknya, dari lima brand teratas, hanya Khong Guan dan Monde yang merupakan brand global. Selebihnya diisi oleh brand lokal yang mampu bersaing di tengah ketatnya pasar makanan ringan nasional.
Lalu, apa yang membuat Tango mampu memimpin pasar?
Baca Juga: 10 Brand Biskuit & Kue Kering Terlaris di Indonesia pada Ramadan 2025
Menurut Compas, salah satu faktor utamanya adalah strategi distribusi yang berbeda dari kebanyakan brand FMCG. Jika banyak perusahaan berfokus menjadikan official store sebagai pusat penjualan, Tango justru memanfaatkan e-commerce sebagai perpanjangan tangan jaringan grosir mereka. Compas mencatat bahwa sebagian besar penjualan Tango berasal dari agen grosir digital seperti Aruna Store Jaya, SANTI GROSIR, dan terasbabykids. Strategi ini membuat produk mereka menjangkau lebih banyak pembeli dalam jumlah besar.
Faktor berikutnya adalah kemampuan mendorong pembelian dalam format kartonan atau bundling. Menjual produk makanan ringan secara online sering kali terkendala biaya pengiriman yang tinggi dibanding harga produknya. Untuk mengatasi hal tersebut, Tango mendorong konsumen membeli dalam jumlah lebih banyak sekaligus. Compas menemukan bahwa 67,34% penjualan Tango berasal dari produk yang dipasarkan dalam format karton, dus, atau bundling.
Selain itu, Tango juga berhasil memanfaatkan kebutuhan konsumen pada momen perayaan dan pemberian hadiah. Sebanyak 68,88% penjualan kategori ini berasal dari produk yang dipasarkan dalam kemasan besar seperti kaleng, toples, jar, maupun hampers. Strategi tersebut membuat produk Tango tidak hanya dibeli sebagai camilan sehari-hari, tetapi juga sebagai pilihan untuk berbagai momen spesial.
Data ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah brand tidak selalu ditentukan oleh produk semata. Strategi distribusi, ukuran kemasan, hingga kemampuan membaca pola belanja konsumen juga menjadi faktor penting dalam memenangkan persaingan di e-commerce.
Baca Juga: Survei GoodStats: Khong Guan dan Marjan, Produk Kemasan Pilihan Publik untuk Idulfitri 2025
Sumber:
https://www.instagram.com/p/DZeubxyEvw9/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==