Poin Penting
- Mikrotrans melayani 15,36 juta pelanggan di Jakarta selama Juni 2026.
- Rute Mikrotrans JAK.30 (Grogol–Meruya) memiliki pelanggan terbanyak dengan 355.745 orang.
- JAK.47 (Pasar Minggu–Ciganjur) menjadi rute terpopuler kedua dengan 347.992 pelanggan.
- Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan tarif Rp2.000 untuk Mikrotrans.
Layanan Mikrotrans terus menjadi salah satu moda transportasi publik andalan masyarakat Jakarta untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Sebagai layanan pengumpan (feeder) Transjakarta, Mikrotrans berperan menghubungkan kawasan permukiman dengan halte-halte utama maupun simpul transportasi lainnya sehingga memudahkan perjalanan warga.
Tingginya aktivitas masyarakat tercermin dari jumlah pelanggan Mikrotrans yang tetap tinggi sepanjang Juni 2026. Berdasarkan data PT Transjakarta, layanan Mikrotrans melayani 15,36 juta pelanggan selama Juni 2026. Capaian tersebut menunjukkan layanan angkutan pengumpan masih menjadi bagian penting dalam mendukung sistem transportasi publik yang terintegrasi di Jakarta.
Baca Juga: Transjakarta Angkut 383 Juta Penumpang Sepanjang 2024
Adapun rute Mikrotrans dengan pelanggan terbanyak pada Juni 2026 adalah JAK.30 (Grogol–Meruya) yang melayani 355.745 pelanggan, diikuti oleh JAK.47 (Pasar Minggu–Ciganjur) dengan 347.992 pelanggan. JAK.48A (Stasiun Tebet–Karet) menempati peringkat ketiga yang mencatat 320.807 pelanggan.
Selanjutnya, JAK.43B (Cililitan–Tongtek) melayani 316.299 pelanggan, diikuti JAK.106 (Terminal Kampung Melayu–Terminal Klender) sebanyak 306.275 pelanggan. Sementara itu, JAK.46 (Pasar Minggu–Jagakarsa) juga masuk dalam enam besar dengan 304.186 pelanggan.
Adapun empat rute Mikrotrans lainnya yang masuk dalam daftar pelanggan terbanyak pada Juni 2026 meliputi JAK.100 (Terminal Pulo Gebang–Rusun Pinus Elok) dengan 274.596 pelanggan, JAK.14 (Tanah Abang–Meruya) sebanyak 266.177 pelanggan, JAK.24 (Senen–Pulo Gadung) dengan 260.720 pelanggan, serta JAK.98 (Pasar Rebo–Munjul) yang melayani 259.553 pelanggan.
Tingginya jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa Mikrotrans masih memegang peran penting sebagai layanan pengumpan yang menghubungkan kawasan permukiman dengan jaringan transportasi publik utama di Jakarta.
Tingginya jumlah pelanggan Mikrotrans menunjukkan layanan ini telah menjadi bagian penting dari sistem transportasi publik Jakarta.
Di sisi lain, besarnya volume pengguna juga memunculkan pembahasan mengenai skema pendanaan layanan. Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan agar Mikrotrans tidak lagi sepenuhnya gratis dengan menerapkan tarif Rp2.000 per perjalanan. Namun, usulan tersebut masih menunggu hasil kajian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelum diputuskan lebih lanjut.
Baca Juga: Deretan Transportasi Umum Tersibuk di Jakarta pada 2025
Sumber:
https://ppid.transjakarta.co.id/informasi/setiap-saat
https://jakarta.bpk.go.id/wp-content/uploads/2026/07/2026_KLI_JK_TEMC0707.pdf