Kondisi ekonomi nasional menjadi salah satu indikator yang paling diperhatikan masyarakat karena berkaitan langsung dengan daya beli, kesempatan kerja, serta keberlangsungan aktivitas usaha. Persepsi publik terhadap kondisi ekonomi juga kerap mencerminkan pengalaman mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, penilaian masyarakat terhadap situasi ekonomi dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan yang telah dijalankan.
Baca Juga: Isu Prioritas Menurut Anak Muda RI pada Q2 2026, Ekonomi Teratas!
Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional belum berada dalam situasi yang baik. Survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026 terhadap 749 responden yang memiliki hak pilih. Sebanyak 605 responden diwawancarai melalui telepon menggunakan metode double sampling, sementara 144 responden diwawancarai secara tatap muka dengan metode stratified multistage random sampling. Survei ini memiliki margin of error ±3,7% pada tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan hasil survei tersebut, sebanyak 37,9% responden menilai kondisi ekonomi nasional berada dalam kategori buruk dan 11,5% menilai sangat buruk. Dengan demikian, total 49,4% responden memberikan penilaian negatif terhadap kondisi ekonomi nasional. Sementara itu, 33,9% responden menilai kondisinya sedang, sedangkan hanya 14,3% yang menilai baik dan 1,4% sangat baik. Adapun 1% responden menyatakan tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.
Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi lebih dominan dibandingkan persepsi positif. Bahkan, jumlah responden yang menilai ekonomi nasional buruk atau sangat buruk lebih dari tiga kali lipat dibandingkan mereka yang menilai baik atau sangat baik. Kondisi tersebut mengindikasikan masih besarnya tantangan yang dirasakan masyarakat dalam aspek ekonomi, baik terkait harga kebutuhan pokok, lapangan pekerjaan, maupun aktivitas usaha.
SMRC juga mencatat bahwa sentimen positif terhadap kondisi ekonomi terus menurun dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, sebanyak 40% responden menilai kondisi ekonomi nasional baik atau sangat baik. Angka tersebut turun menjadi 26,3% pada Februari-Maret 2026 dan kembali merosot menjadi 15,7% pada Juli 2026. Sebaliknya, penilaian buruk atau sangat buruk meningkat dari 22,7% pada November 2025 menjadi 49,4% pada Juli 2026, yang disebut sebagai tingkat sentimen negatif tertinggi selama tujuh tahun terakhir.
Persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi merupakan cerminan yang penting bagi penyusunan kebijakan publik. Meski penilaiannya masih didominasi sentimen negatif, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat upaya menjaga stabilitas harga, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata agar kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional kembali meningkat.
Baca Juga: Hanya 15% Publik RI yang Menilai Kondisi Ekonomi Nasional Baik
Sumber:
https://saifulmujani.com/kondisi-ekonomi-politik-dan-approval-rating-presiden/