51% Keluarga Penerima Belum Puas dengan Program MBG

Survei Tempo Data Science 2026 mencatat 51% keluarga penerima MBG belum puas, dengan ketidakpuasan tertinggi di Banten sebesar 65%.

Tingkat Kepuasan Keluarga Penerima terhadap Program MBG

(Tahun 2026)

Ekspansi masif program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang menggarisbawahi ambisi besar pemerintah dalam memperbaiki gizi masyarakat. Namun, luasnya jangkauan program belum serta-merta membuat seluruh keluarga penerima merasa puas karena dalam pelaksanaannya belum memenuhi harapan mereka.

Temuan tersebut terekam dalam survei Tempo Data Science bertajuk Survei Publik terhadap Kinerja Pemerintah dan Dinamika Politik Nasional, yang melibatkan 12.260 responden di 38 provinsi sepanjang 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 dengan sampling error 2,9%

Tingkat pengenalan masyarakat terhadap MBG terbilang tinggi. Sebanyak 99% responden mengetahui program tersebut. Sementara itu, 57% responden menyatakan memiliki anggota keluarga yang menerima atau mengakses MBG, sedangkan 43% lainnya tidak.

Baca Juga: 63% Publik RI Tidak Puas dengan Program MBG

Pengalaman keluarga yang telah menerima MBG menunjukkan tingkat kepuasan yang belum sepenuhnya positif. Sebanyak 8% keluarga penerima menyatakan tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaan MBG, sedangkan 43% lainnya merasa kurang puas. Jika digabungkan, 51% keluarga penerima belum puas terhadap program tersebut.

Adapun porsi keluarga yang merasa puas tercatat sebesar 44%, sedangkan 4% lainnya menyatakan sangat puas terhadap program tersebut, yang berarti tingkat kepuasan terhadap pelaksanaan program MBG sebesar 48%.

Ketidakpuasan tersebut juga terlihat berbeda berdasarkan wilayah. Banten menjadi wilayah dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi, yakni mencapai 65%. Sementara berdasarkan klasifikasi tempat tinggal, ketidakpuasan di wilayah perkotaan mencapai 53%, lebih tinggi dibandingkan angka nasional.

Sejumlah persoalan dalam pelaksanaan MBG memang masih ditemukan di Banten, salah satunya terkait pemenuhan standar kesehatan sebagai syarat operasional dapur.

"Sekitar 700 (dapur) sudah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sekitar 700 lagi sedang berproses. Persyaratan SLHS memang cukup banyak, mulai dari lingkungan, fasilitas, hingga pelatihan penjamah makanan untuk memastikan higienitas,” ungkap Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Provinsi Banten, Ida Wahyuni pada Selasa (4/8/2026), mengutip Radio Republik Indonesia.

Tingginya jangkauan program MBG belum sepenuhnya berbuah kepuasan karena rapor merah masih membayangi pelaksanaannya. Perluasan cakupan pun perlu berjalan seiring dengan perbaikan kualitas di lapangan.

Baca Juga: Hanya 33% Publik RI yang Puas dengan Program MBG

Sumber:

https://www.youtube.com/live/SyUvBkZ4Qno?si=jDLPPajoPT5LeZZH

Rosita Fatimah Azahra
Ditulis oleh Rosita Fatimah Azahra

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc