RAPBN 2027: Belanja BGN Turun Jadi Rp240 T

Rancangan anggaran BGN pada tahun 2027 dipagu sebesar Rp240,2 triliun, atau turun sebesar 10,4% dari APBN 2026 yang besarnya Rp268 triliun.

Perkembangan Anggaran Badan Gizi Nasional

(2026-2027)

Dalam Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah menetapkan adanya penyesuaian berupa penurunan pagu belanja untuk lembaga Badan Gizi Nasional (BGN).

Pada proyeksi keuangan tahun depan, lembaga yang menaungi program andalan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dicanangkan akan menerima anggaran sebesar Rp240,2 triliun.

Nominal pagu anggaran BGN tersebut tercatat mengalami penyusutan sebesar 10,4% jika dibandingkan dengan alokasi APBN 2026 yang sebelumnya menyentuh angka Rp268 triliun.

Baca Juga: 57% Publik RI Tak Percaya BGN Akan Lebih Baik Usai Perombakan Pejabat

Jika merinci rancangan anggaran per programnya, pendanaan untuk program pemenuhan gizi nasional masih mendominasi porsi terbesar. Program krusial ini mendapat jatah sebanyak Rp232,78 triliun, atau sebesar 96,9% terhadap keseluruhan alokasi rancangan anggaran lembaga.

Sebaliknya, pos pengeluaran untuk program dukungan manajemen hanya dijatuhi pagu sebesar Rp7,42 triliun, atau setara dengan proporsi 3,1% dari total belanja BGN dalam RAPBN 2027.

Tren penurunan ini terlihat jika dibandingkan dengan postur APBN 2026. Pada tahun berjalan ini, anggaran untuk program dukungan manajemen mencapai Rp12,2 triliun, sehingga pagu tahun depan merosot hingga 40,2%.

Sementara itu, program pemenuhan gizi nasional yang pada tahun ini mendapat alokasi Rp255,58 triliun juga ikut mengalami penyusutan, meski dengan persentase yang lebih kecil, yaitu sebesar 8,9%.

Dengan ini, penurunan anggaran operasional manajemen yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemotongan program gizi ini menandakan bahwa BGN kini mulai menaruh fokus yang lebih tajam terhadap eksekusi program riil di masyarakat ketimbang hanya membiayai persoalan manajemen operasional lembaga.

Kendati mengalami pemangkasan, BGN menjadi kementerian atau lembaga dengan rancangan anggaran terbesar dalam struktur RAPBN 2027. Pagu belanja lembaga gizi ini bahkan melampaui alokasi untuk Kementerian Pertahanan yang berada di angka Rp189,01 triliun, serta Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan nominal dana Rp139,1 triliun.

Terkait realisasi program di tahun berjalan, serapan anggaran MBG per tanggal 27 Agustus 2026 dilaporkan telah mencapai 56% dari pagu yang dialokasikan pemerintah.

“Per hari kemarin sudah 56%, Rp117 triliun sudah,” kata Kepala BGN, Sudaryono usai bertemu Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Juanda Kemenkeu, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pencapaian persentase serapan ini sendiri dihitung berdasarkan pagu anggaran yang sebelumnya telah mengalami efisiensi oleh pemerintah menjadi Rp229 triliun, dari target awal Rp268 triliun dalam APBN 2026.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa anggaran yang terserap masif tersebut sudah mencakup proyeksi pembukaan 2.700 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar pada bulan September mendatang.

Baca Juga: BGN Puncaki Daftar, Ini 10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di RAPBN 2027

Sumber:

https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing

Key Insights

  • Penurunan pagu anggaran BGN sebesar 10,4% menunjukkan adanya penyesuaian prioritas belanja pemerintah, meskipun program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi andalan.
  • Proporsi anggaran yang sangat didominasi program pemenuhan gizi nasional (96,9%) menegaskan komitmen BGN pada output langsung, bukan pada biaya operasional.
  • Pemotongan anggaran dukungan manajemen yang lebih drastis (40,2%) dibandingkan program gizi (8,9%) mengindikasikan efisiensi internal dan fokus pada implementasi lapangan.
  • Meskipun anggarannya dipangkas, BGN tetap menjadi lembaga dengan alokasi terbesar di RAPBN 2027, menunjukkan prioritas tinggi pemerintah terhadap program gizi.
  • Serapan anggaran sebesar 56% per Agustus 2026, meskipun dari pagu yang sudah direvisi, menandakan akselerasi implementasi program di lapangan.
Shahibah A
Ditulis oleh Shahibah A

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc