53% Sentimen Negatif Warnai Penanganan Kasus Andrie Yunus di Media Online

Sentimen negatif mendominasi 53,5% percakapan media online terkait kasus Andrie Yunus.

Respon Publik di Media Online terhadap Kasus Penyiraman Andrie Yunus

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus kembali menyita perhatian publik. Pada Kamis malam (12/3/2026), Wakil Koordinator KontraS tersebut diserang di kawasan Salemba usai mengisi podcast yang mengkritik isu remiliterisme. Serangan ini menyebabkan korban mengalami luka bakar hingga 24% dan berujung pada kebutaan permanen di salah satu matanya.

Baca Juga: 48% Sentimen Negatif Warnai Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus di X

Kemarahan publik semakin memuncak setelah muncul dugaan bahwa aksi teror tersebut berkaitan dengan operasi intelijen yang melibatkan empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Situasi ini semakin memicu polemik ketika proses penyidikan yang semula berada di kepolisian dilimpahkan ke Puspom TNI.

Langkah tersebut menuai penolakan dari berbagai pihak karena dianggap berpotensi mengurangi transparansi dalam proses peradilan sipil. Karena itu, respons publik pun beragam dan memunculkan sentimen yang berbeda-beda di media online.

Berdasarkan pemantauan Drone Emprit dalam periode 12 Maret-8 April 2026, isu ini diberitakan dalam 9.135 artikel, menghasilkan 25.342 mentions, serta dibicarakan dalam 14.452 percakapan di media sosial. Dari total percakapan tersebut, sentimen negatif mendominasi di media online dengan 53,5%, diikuti sentimen positif sebesar 31,7%, dan sentimen netral 14,8%.

Sentimen negatif terutama dipicu oleh keputusan pelimpahan kasus ke ranah militer yang dinilai menimbulkan kekhawatiran terkait transparansi. Selain itu, publik juga menyoroti potensi ancaman terhadap saksi dan tim pendamping, perbedaan informasi terkait identitas pelaku antara pihak TNI dan kepolisian, hingga anggapan bahwa respons presiden terhadap kasus ini tergolong lambat.

Di sisi lain, sentimen positif tetap muncul dalam percakapan publik. Dukungan terhadap korban dan upaya penegakan hukum terlihat dari adanya pendampingan oleh Komnas HAM, pembentukan panitia kerja oleh Komisi III DPR untuk mengawal kasus, serta seruan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mengusut kasus secara transparan dan independen.

Dominasi sentimen negatif ini menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap isu keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus ini. Namun, kehadiran sentimen positif juga menandakan adanya harapan masyarakat agar proses hukum tetap berjalan secara adil dan terbuka.

Baca Juga: Aktivis Kontras Andrie Yunus Disiram Air Keras, Sentimen Publik 46% Negatif

Sumber:

https://x.com/DroneEmpritOffc/status/2042169493024293099

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook