Menurut laporan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi penanaman modal asing (PMA) di Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp900,9 triliun.
Capaian tersebut setara dengan 46,6% dari total realisasi investasi nasional, sementara sisanya sebesar 53,4% berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang mencapai Rp1.030,3 triliun.
Baca Juga: Jawa Barat Jadi Primadona Investor Asing Q3 2025
Singapura kembali menempati posisi teratas sebagai investor asing terbesar di Indonesia pada 2025. Negeri Singa itu mencatatkan nilai investasi sebesar US$17,4 miliar atau sekitar Rp278,4 triliun dengan asumsi kurs APBN Rp16.000 per US$. Nilai tersebut setara dengan 30,9% dari total PMA yang masuk.
“Singapura ini lebih dari 10 tahun terakhir selalu konsisten berada di peringkat pertama,” tutur Rosan Roeslani, Menteri Investasi dalam konferensi pers, Kamis (15/1/2026).
Di posisi kedua terdapat Hong Kong dengan realisasi PMA sebesar US$10,6 miliar, menunjukkan peran signifikan wilayah tersebut sebagai salah satu sumber utama arus modal asing ke Indonesia. Selanjutnya, China menempati peringkat ketiga dengan nilai investasi mencapai US$7,5 miliar, sejalan dengan terus menguatnya kerja sama ekonomi dan industri antara kedua negara.
Malaysia berada di posisi berikutnya dengan total investasi sebesar US$4,5 miliar, diikuti Jepang yang mencatatkan realisasi PMA sebesar US$3,1 miliar. Kontribusi dari kedua negara tersebut mencerminkan minat investor regional Asia terhadap berbagai sektor strategis di Indonesia.
Amerika Serikat berada di urutan keenam dengan nilai investasi mencapai US$2,9 miliar, sementara Korea Selatan melengkapi daftar tujuh besar investor asing dengan realisasi PMA sebesar US$1,9 miliar sepanjang 2025.
Berdasarkan sektor usaha, investasi asing yang masuk ke Indonesia sepanjang periode tersebut didominasi oleh industri logam dasar, barang logam, serta sektor bukan mesin dan peralatannya, yang menyumbang sekitar 26% dari total investasi.
Sektor pertambangan menempati urutan selanjutnya dengan porsi investasi sebesar 8,4%. Kontribusi tersebut disusul oleh sektor jasa lainnya yang mencapai 8%, industri kimia dan farmasi sebesar 6,8%, serta sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi dengan pangsa 5,8%.
Baca Juga: Kenapa Investor Global Tertarik ke Indonesia?
Sumber:
https://data.bkpm.go.id/visualisasi-detail/peringkat-realisasi-investasi-erNVgls