Nilai ekspor dari berbagai provinsi di Indonesia menunjukkan kontribusi yang berbeda-beda terhadap perdagangan nasional. Beberapa daerah tercatat memiliki peran yang cukup besar karena didukung oleh sektor industri maupun komoditas unggulan yang kuat. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terdapat sejumlah provinsi yang menjadi penyumbang utama nilai ekspor Indonesia pada awal tahun 2026.
Baca Juga: Ekspor Kakao RI Melonjak 120% pada 2024, Produk Olahan Negeri Jadi Andalan
Jawa Barat menjadi penyumbang ekspor terbesar nasional pada Januari 2026. Nilai ekspor dari provinsi ini tercatat mencapai US$3,13 miliar, dengan kontribusi sebesar 14,1% terhadap total ekspor nasional. Besarnya kontribusi tersebut didorong oleh kuatnya sektor industri manufaktur di Jawa Barat, seperti industri otomotif, elektronik, serta tekstil yang banyak dipasarkan ke berbagai negara.
Di posisi kedua terdapat Sulawesi Tengah dengan nilai ekspor sebesar US$2,08 miliar atau berkontribusi sekitar 9,4% terhadap total ekspor nasional. Tingginya nilai ekspor dari provinsi ini banyak didorong oleh komoditas berbasis sumber daya alam, terutama produk mineral dan logam yang menjadi salah satu komoditas unggulan dari wilayah tersebut.
Selanjutnya, Kepulauan Riau menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor sebesar US$1,96 miliar atau sekitar 8,8% dari total ekspor nasional. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan industri dan perdagangan yang cukup aktif, terutama karena kedekatannya dengan jalur perdagangan internasional.
Provinsi Jawa Timur berada di posisi berikutnya dengan nilai ekspor sebesar US$1,86 miliar, dengan kontribusi sekitar 8,4% terhadap ekspor nasional. Ekspor dari Jawa Timur didorong oleh berbagai sektor industri pengolahan, produk pertanian, serta komoditas perikanan yang cukup besar.
Sementara itu, Riau mencatat nilai ekspor sebesar US$1,85 miliar atau sekitar 8,3% dari total ekspor nasional. Provinsi ini dikenal sebagai salah satu penghasil komoditas energi dan perkebunan, seperti minyak bumi dan produk turunan kelapa sawit yang banyak diekspor ke berbagai negara.
Di posisi selanjutnya terdapat Kalimantan Timur dengan nilai ekspor sebesar US$1,58 miliar, yang berkontribusi sekitar 7,1% terhadap ekspor nasional. Kegiatan ekspor dari wilayah ini banyak didorong oleh komoditas pertambangan, terutama batu bara yang menjadi salah satu komoditas ekspor utama Indonesia.
Terakhir, DKI Jakarta mencatat nilai ekspor sebesar US$1,55 miliar atau sekitar 7% dari total ekspor nasional. Meskipun bukan daerah penghasil sumber daya alam utama, Jakarta tetap memiliki peran penting dalam kegiatan perdagangan internasional karena menjadi pusat bisnis, distribusi, serta ekspor berbagai produk industri dan perdagangan.
Baca Juga: 7 Provinsi dengan Nilai Ekspor Terbesar 2025
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/2550/perkembangan-ekspor-dan-impor.html