80% Publik RI Pilih Air Mineral sebagai Minuman Berbuka Puasa

Air Mineral masih menjadi pilihan utama untuk berbuka puasa sebanyak 80%, disusul oleh minuman teh siap minum (34%) dan teh celup (32%).

10 Jenis Minuman Favorit Publik RP saat Berbuka Puasa

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Menjelang waktu berbuka puasa, pilihan minuman menjadi bagian penting dari pengalaman Ramadan di Indonesia. Selain berfungsi untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa, minuman juga memiliki nilai emosional dan kebiasaan tersendiri di setiap keluarga.

Berdasarkan data survei Jakpat terhadap 300 responden yang dilakukan pada 11-27 Februari 2026 di aplikasi Jakpat, terdapat beberapa preferensi minuman saat berbuka puasa.

Baca Juga: Marketplace Online Jadi Tempat Favorit Belanja Jelang Ramadan 2026

Berdasarkan survei tersebut, air mineral masih menjadi pilihan paling dominan dengan persentase 80%. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memprioritaskan hidrasi langsung setelah berpuasa. Air mineral dianggap sebagai pilihan paling aman, netral, dan cepat mengembalikan cairan tubuh tanpa tambahan gula berlebih.

Di posisi berikutnya, teh siap minum (ready to drink/RDT tea) dipilih oleh 34% responden, disusul teh celup atau teh sachet sebesar 32%. Hal ini menunjukkan bahwa teh tetap menjadi minuman tradisional yang kuat dalam budaya berbuka puasa. Teh dikenal memberikan sensasi hangat sekaligus menenangkan setelah seharian menahan lapar dan haus.

Minuman berbasis buah atau jus kemasan berada di angka 25%, menandakan masih tingginya minat terhadap minuman dengan rasa manis dan segar. Sementara itu, air kelapa siap minum dipilih oleh 22% responden, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap minuman alami yang kaya elektrolit.

Susu dalam kemasan botol atau karton dipilih oleh 20% responden, menunjukkan bahwa sebagian masyarakat memanfaatkan momen berbuka untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan.

Minuman isotonik dan kopi siap minum masing-masing dipilih oleh 15% responden. Kedua kategori ini mencerminkan kebutuhan yang berbeda: isotonik untuk pemulihan cairan tubuh, sedangkan kopi lebih berkaitan dengan kebiasaan dan preferensi rasa.

Di bagian bawah daftar, kopi sachet instan dipilih oleh 14% responden, sementara susu bubuk menjadi pilihan 11%. Meski persentasenya lebih kecil, kategori ini tetap menunjukkan adanya kelompok konsumen yang mempertahankan kebiasaan praktis dan ekonomis.

Baca Juga: 47% Publik Indonesia Pilih Menonton Video Pendek Selama Ramadan

Sumber:

https://insight.jakpat.net/ramadan-rtd-tea-consumption-habit-brand-preference/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook