Marketplace Online Jadi Tempat Favorit Belanja Jelang Ramadan 2026

Marketplace Online (41%) masih menjadi pilihan tempat belanja favorit publik jelang ramadan, disusul oleh pasar lokal (23%) dan mall atau toko fisik (13%).

7 Tempat Belanja Favorit Jelang Ramadan

(Tahun 2026)
Ukuran Fon:

Menjelang Ramadan, pola belanja masyarakat Indonesia cenderung berubah mengikuti kebutuhan yang lebih praktis dan serba cepat. Kebutuhan bahan pokok meningkat, waktu menjadi lebih terbatas, dan konsumen semakin selektif memilih tempat berbelanja yang efisien sekaligus ekonomis. Perpaduan antara kemudahan teknologi dan kebiasaan belanja tradisional pun membentuk pola konsumsi yang semakin beragam selama bulan suci.

Baca Juga: Ramadan 2025, 82% Publik Alokasikan Anggaran untuk Zakat, Infaq & Sedekah

Preferensi belanja tersebut tercermin dalam survei dari YouGov yang dilakukan pada 27 November-3 Desember 2025, melibatkan 2.149 responden asal Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa marketplace online menjadi pilihan utama belanja saat Ramadan dengan persentase 41%.

Dominasi ini tidak lepas dari kemudahan akses, banyaknya pilihan produk dalam satu platform, serta intensitas promo Ramadan seperti gratis ongkir, flash sale, dan diskon bundling kebutuhan pokok. Selain itu, kebiasaan belanja digital masyarakat yang semakin terbentuk pascapandemi membuat platform online menjadi solusi paling praktis ketika mobilitas meningkat namun waktu tetap terbatas.

Pasar lokal menempati posisi kedua dengan 23%, menunjukkan bahwa kanal tradisional masih memiliki peran kuat, terutama untuk kebutuhan bahan pangan segar seperti sayur, buah, daging, dan bumbu dapur. Faktor kedekatan lokasi, harga yang relatif terjangkau, serta fleksibilitas dalam jumlah pembelian menjadi alasan utama masyarakat tetap mengandalkan pasar lokal selama Ramadan.

Sementara itu, mal dan toko fisik modern dipilih oleh 13% responden. Persentase ini mencerminkan fungsi mal yang lebih selektif, umumnya untuk pembelian produk tertentu, kebutuhan non-harian, atau pengalaman berbelanja langsung. 

Belanja melalui media sosial mencatat 8%, menandakan bahwa social commerce mulai berkembang, tetapi tingkat kepercayaan, konsistensi kualitas produk, serta sistem transaksi yang belum sepenuhnya terstandarisasi membuat kanal ini belum menjadi pilihan utama. 

Di posisi berikutnya, hypermarket dipilih oleh 7% responden. Persentase ini mencerminkan perubahan pola belanja masyarakat yang cenderung bergeser dari pembelian dalam jumlah besar sekaligus menuju belanja yang lebih sering dan fleksibel, baik melalui platform online maupun pasar terdekat.

Selanjutnya, kanal musiman seperti bazar atau Ramadan pop-up events berada di angka 5%. Meskipun menawarkan pengalaman belanja tematik yang khas selama bulan Ramadan, aksesnya terbatas pada lokasi dan waktu tertentu sehingga tidak menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen. Di sisi lain, pembelian melalui WhatsApp atau komunitas penjual hanya mencapai 2%, menempatkannya sebagai kanal dengan persentase terendah.

Baca Juga: 56% Publik RI Habiskan Lebih Banyak Waktu dengan Keluarga saat Ramadan 2026

Sumber:

https://yougov.com/reports/53775-ramadan-2026-consumer-insight-snapshot-id-my

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook