Produk tradisional masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Di tengah kemudahan akses terhadap berbagai produk modern, banyak rumah tangga tetap memilih produk tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hal ini tidak terlepas dari kekayaan budaya Indonesia yang melahirkan beragam produk berbasis kearifan lokal. Produk-produk tersebut telah digunakan secara turun temurun dan tetap bertahan hingga kini, baik karena nilai fungsinya maupun kedekatannya dengan tradisi masyarakat.
Baca Juga: 10 Negara Utama Tujuan Ekspor Produk Obat Tradisional Indonesia Semester I 2025
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 89,02% rumah tangga di Indonesia membeli atau menggunakan produk tradisional. Angka ini menunjukkan bahwa produk tradisional masih menjadi bagian penting dari konsumsi masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
Dari berbagai jenis produk tradisional yang digunakan masyarakat, peralatan rumah tangga tradisional menjadi kategori yang paling banyak dimanfaatkan dengan persentase mencapai 72,04%. Tingginya penggunaan kategori ini menunjukkan bahwa berbagai peralatan tradisional masih dianggap relevan dan memiliki fungsi yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.
Posisi berikutnya ditempati oleh obat tradisional yang digunakan oleh 61,38% rumah tangga. Penggunaan obat tradisional mencerminkan masih kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap ramuan dan bahan alami yang telah lama dikenal dalam budaya pengobatan Indonesia.
Selanjutnya, metode penyehatan tradisional digunakan oleh 53,20% rumah tangga. Angka ini menunjukkan bahwa praktik kesehatan tradisional masih cukup banyak diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran dan kesehatan.
Penggunaan busana daerah tradisional tercatat sebesar 29,03%. Busana ini umumnya dikenakan dalam kegiatan budaya, acara resmi, maupun perayaan adat. Adapun kerajinan tradisional digunakan oleh 27,38% rumah tangga, baik sebagai perlengkapan rumah maupun produk bernilai budaya.
Sementara itu, perlengkapan upacara adat atau tradisi menjadi kategori dengan tingkat penggunaan terendah, yaitu 7,58%. Meski demikian, produk ini tetap memiliki peran penting dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan adat yang masih dilestarikan di sejumlah daerah Indonesia.
Baca Juga: 5 Provinsi yang Paling Gemar Gunakan Obat Tradisional
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/05/29/07e7729b9936b34122db0589/statistik-sosial-budaya-2025.html