Anggaran Perpusnas dalam RAPBN 2027 Naik, Tembus Rp417 T

Rancangan anggaran untuk Perpusnas pada tahun 2027 ditargetkan menyentuh Rp417,7 triliun, tumbuh 10,5% dari APBN 2026 yang besarnya Rp378 triliun.

Perkembangan Anggaran Perpusnas

(2026-2027)

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2027, pemerintah menargetkan kenaikan pagu pendanaan untuk lembaga Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI)

Tercatat, rancangan dana yang akan dikucurkan untuk lembaga ini menyentuh nominal sebesar Rp417,7 triliun. Angka tersebut mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 10,5% jika dibandingkan dengan alokasi APBN 2026 lalu yang menetapkan pagu sebesar Rp378 triliun.

Bahkan sebelumnya, Perpusnas sempat mengalami pemangkasan anggaran sebesar 47,6% dari APBN 2025 yang mencapai Rp721,7 triliun.

Baca Juga: APBN 2026: Anggaran Perpusnas Dipangkas 47%

Pada postur anggaran Perpusnas tersebut, program dukungan manajemen masih mendominasi porsi pengeluaran dalam rancangan RAPBN 2027 dengan dana sebesar Rp294,7 triliun, atau mengambil proporsi sebanyak 70,6% dari total pagu.

Kendati demikian, persentase ini mengalami tren penyusutan jika dibandingkan dengan besaran pada APBN 2026. Pada tahun berjalan ini, dana untuk program dukungan manajemen dipagu lebih tinggi di angka Rp305,7 triliun, sekaligus meraup 80,9% dari keseluruhan alokasi anggaran.

Sebaliknya, program perpustakaan dan literasi kini mengalami kenaikan persentase pagu. Sebelumnya dalam APBN 2026, program ini hanya dijatuhi dana sebesar Rp72,3 triliun yang setara dengan porsi 19,1%.

Memasuki rancangan keuangan tahun mendatang, program inti lembaga ini diproyeksikan mendapat suntikan dana mencapai Rp123 triliun, atau porsinya menjadi 29,4% dari total keseluruhan belanja Perpusnas dalam RAPBN 2027.

Kenaikan pagu yang diiringi dengan tumbuhnya proporsi terhadap program perpustakaan dan literasi ini menunjukkan bahwa telah terjadi pergeseran urgensi dari pemerintah yang mulai menitikberatkan alokasi anggaran pada upaya-upaya nyata untuk memajukan tingkat literasi bangsa, ketimbang sekadar membiayai beban manajemen operasional.

Kepala Perpusnas, Amidunin Aziz menuturkan, tambahan anggaran dalam RAPBN 2027 mendatang akan difokuskan untuk mendistribusikan bantuan buku ke lokus-lokus yang paling membutuhkan. Titik penyaluran ini nantinya akan berfokus pada wadah baca di hilir, seperti Taman Bacaan Masyarakat (TBM) hingga berbagai perpustakaan desa dan kelurahan.

Lebih lanjut, ia juga menitikberatkan pada optimalisasi fungsi Relawan Literasi Masyarakat (Relima) sebagai mediator dan katalisator yang dinilai paling memahami realita kondisi di lapangan. Menurutnya, para relawan ini dapat bergerak untuk melakukan intervensi dalam pendayagunaan koleksi Bahan Bacaan Bermutu (B3) yang telah disalurkan ke perpustakaan-perpustakaan daerah tersebut.

“Mereka telah bergerak dan bekerja karena mengikuti panggilan nurani. Panggilan karena merasa ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan literasi masyarakat, khususnya di daerahnya masing-masing,” ungkapnya ketika bertemu dengan para Relima dan pengelola TBM di Bukittinggi, Sumatra Barat, Minggu (9/8/2026).

Ke depannya, ia menargetkan peningkatan jumlah Relima dari yang saat ini berada di angka 360 orang secara nasional, dapat bertumbuh menjadi 500 relawan pada tahun 2027 mendatang.

Baca Juga: Jumlah Kunjungan ke Perpusnas Terus Turun

Sumber:

https://drive.google.com/file/d/1mUbNLalcb6aOhgPhOHW-QSiczOs8yb-Z/view?usp=sharing

Key Insights

  • Peningkatan anggaran Perpusnas sebesar 10,5% pada RAPBN 2027 setelah pemangkasan drastis 47,6% pada APBN 2025 menunjukkan prioritas pemerintah terhadap literasi berfluktuasi signifikan.
  • Pergeseran proporsi anggaran dari dukungan manajemen (80,9% menjadi 70,6%) ke program perpustakaan dan literasi (19,1% menjadi 29,4%) mengindikasikan fokus pemerintah mulai beralih ke substansi program.
  • Alokasi dana yang lebih besar untuk program inti Perpusnas, khususnya distribusi buku dan optimalisasi relawan, mencerminkan strategi yang lebih terarah pada peningkatan literasi di tingkat komunitas.
Shahibah A
Ditulis oleh Shahibah A

Jurnalis data GoodStats Data

Lupa Sandi?

atau masuk dengan akun media sosial

Esc