Menurut survei Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 81,8% responden tercatat tidak mengakses layanan kecerdasan buatan (AI) pada 2026. Proporsi ini naik dari tahun sebelumnya di angka 72,7%.
Sebaliknya, baru 18,2% responden yang menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat beragam penggunaan AI di kehidupan sehari-hari. Menariknya, hiburan jadi tujuan utama pemakaian AI. sebanyak 36,5% responden tercatat memanfaatkan AI untuk kebutuhan hiburan.
Popularitas AI generatif yang mampu membuat gambar, video, musik, hingga konten kreatif lainnya turut mendorong tingginya penggunaan untuk kebutuhan hiburan. Teknologi ini juga semakin mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai platform digital.
Baca Juga: Simak Alasan dan Tantangan Penggunaan Internet di Indonesia 2025
Di luar hiburan, AI juga memiliki peran penting dalam mendukung proses pembelajaran. Sebanyak 30,2% pengguna memanfaatkan AI untuk keperluan edukasi dan riset. Penggunaan ini mencakup pencarian informasi, membantu memahami materi pelajaran, merangkum dokumen, hingga mendukung kegiatan penelitian.
Terakhir, meski sering dikaitkan dengan peningkatan produktivitas kerja, penggunaan AI untuk pekerjaan berada di bawah kategori hiburan dan edukasi. Sebanyak 26,9% responden memanfaatkan AI untuk mendukung aktivitas profesional mereka.
Sementara itu, penggunaan AI sebagai asisten pribadi mencatat persentase paling kecil, yakni 6,4%. Fungsi ini mencakup bantuan dalam mengatur jadwal, menjawab pertanyaan sehari-hari, memberikan rekomendasi, atau membantu menyelesaikan tugas sederhana.
Adapun Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026 ini dilaksanakan pada 1 Februari-15 Maret 2026 dengan melibatkan 8.700 responden berusia minimal 13 tahun yang tersebar secara proporsional di 38 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih.
Baca Juga: Orang Indonesia Akses Media Sosial >8 Jam per Minggu
Sumber:
https://survei.apjii.or.id/survei