Dilanda Siklon Tropis Senyar, Ini 10 Daerah dengan Risiko Banjir Bandang Terluas di Sumut

Sebanyak 3 dari 10 wilayah dalam daftar ini terdampak banjir bandang akibat Siklon Tropis Senyar yang melanda Sumut sejak 26 November 2025.

10 Kabupaten/Kota dengan Risiko Banjir Bandang Terluas di Sumatra Utara

(Tahun 2025)
Ukuran Fon:

Sejak teridentifikasinya Siklon Tropis Senyar di perairan timur Aceh, Selat Malaka oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 26 November 2025, sejumlah daerah mengalami peningkatan intensitas dan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem serta angin kencang di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), Riau, dan sekitarnya.

Hujan ekstrem yang dipicu siklon ini menyebabkan banjir bandang di berbagai titik di Sumut. Berdasarkan pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), empat kabupaten yang paling terdampak meliputi Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.

Meski begitu, bukan berarti kawasan lain aman dari bencana hidrometeorologi ini. BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem akan terus berlanjut pada wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) hingga tiga hari ke depan dengan kondisi hujan lebat hingga sangat lebat. Dengan ini, BMKG mengimbau masyarakat wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana banjir bandang.

Berdasarkan data dari BNPB, Kabupaten Mandailing Natal tercatat sebagai wilayah dengan cakupan risiko banjir bandang terluas di Sumut, yaitu mencapai 28,2 ribu hektare (ha).

Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Langkat dan Tapanuli Selatan, masing-masing dengan area risiko seluas 19 ribu ha. Dari wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan 8 warga meninggal dunia, 58 luka-luka dan 2.851 warga terpaksa harus mengungsi.

Hasil kaji cepat sementara dari BNPB, bencana ini telah berdampak di 11 kecamatan yang meliputi Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, Angkola Sangkunur, Angkola Selatan, Sayur Matinggi, Batang Angkola, Tanah Timbangan dan Angkola Muaratais.

Daerah berikutnya dengan risiko banjir bandang terluas adalah Padang Lawas dengan luasĀ 15 ribu ha. Tapanuli Utara menyusul dengan angka 14,2 ribu ha. Sebanyak 50 unit rumah terdampak dan dua jembatan terputus akibat banjir serta tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara.

Beralih ke wilayah Tapanuli Tengah dengan total luas risiko banjir bandang sebesar 13,9 ribu ha, sebanyak 1.902 unit rumah terdampak banjir di 9 kecamatan, antara lain Kecamatan Pandan, Sarudik, Badiri, Kolang, Tukka, Lumut, Barus, Sorkam, dan Pinangsori akibat Siklon Tropis Senyar.

Wilayah dengan luas risiko banjir bandang terbesar di Sumut berikutnya ditempati oleh Padang Lawas Utara (13,7 ribu ha) dan Labuhanbatu Utara (12,6 ribu ha). Sementara itu, Dairi (10,4 ribu ha) dan Humbang Hasundutan (8,8 ribu ha) berada di posisi terbawah dalam daftar ini.

Adapun perhitungan risiko bencana dilakukan dengan melibatkan empat parameter, mencakup jumlah penduduk, jumlah rumah beserta fasilitas publik dan fasilitas kritis, data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dan data tutupan lahan.

Baca Juga: Indonesia Dilanda Seribu Banjir per September 2025

Sumber:

https://inarisk.bnpb.go.id/

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook